Apa Lambang Sila ke 4 dari Pancasila, berikut penjelasannya.!

  • Whatsapp
Foto Garuda Pancasila.(ist)wartaberitaindonesia.com)

Jakarta, wartaberitaindonesia.com – Garuda Pancasila diakui sebagai lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Garuda Pancasila merupakan lambang milik dengan perisai yang menggambarkan nilai dan makna dari lima sila dalam dasar negara Indonesia. Salah satunya adalah sila ke-4 dari Pancasila.

Bacaan Lainnya

Dilansir dari buku Suplemen Buku Ajar Pendidikan Pancasila karya Yulia Djahir, secara ideal sila keempat dari Pancasila ini memiliki makna di antaranya, Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat, Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, Mengutamakan budaya bermusyawarah dalam mengambil keputusan bersama, Bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan.

Dengan mengetahui makna dan penjelasan lambang dari sila ke 4 Pancasila, harapannya detikers juga bisa menerapkan maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat!

Apa Peran Anggota BPUPKI dalam Perumusan Dasar Negara? Berikut Lengkapnya
Sesuai namanya, Garuda Pancasila disimbolkan dengan burung Garuda yang menoleh lurus ke sebelah kanan. Kemudian, tercantum pula semboyan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ yang bermakna berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa penggunaan lambang Garuda Pancasila sudah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Adapun bagian perisai dari Garuda yang hampir menyerupai bentuk jantung, ruang-ruang dari perisainya berisikan lambang-lambang sila pertama hingga sila ke lima dari Pancasila. Lalu, apa lambang sila ke-4 dari Pancasila?

Bunyi sila ke-4 dari Pancasila adalah sebagai berikut:

“Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.”

Sila ke-4 ini dilambangkan dengan kepala banteng pada bagian kanan atas perisai dengan berlatar warna merah.

Lambang banteng digunakan karena banteng dianggap sebagai hewan yang memiliki jiwa sosial tinggi dan suka berkumpul. Sebagaimana halnya manusia yang ketika mengambil keputusan harus dilakukan secara musyawarah. Salah satunya dengan cara berkumpul atau bermusyawarah untuk mendiskusikan sesuatu.

Sila keempat dari Pancasila ini juga merupakan penjelmaan dari dasar politik negara. Artinya, negara yang berkedaulatan rakyat menjadi landasan mutlak dari sifat demokrasi negara Indonesia. Mutlak berati dasar tersebut tidak dapat diubah ataupun dihilangkan.

Jika dituangkan dalam kehidupan sehari-hari adalah ikut aktif berorganisasi dan berkegiatan sosial. Dengan lambang kepala banteng dalam sila ke-4 ini, rakyat Indonesia diharapkan dapat mengadopsi kebiasaan dari banteng pada saat membuat keputusan yaitu memutuskan hasil bersama-sama lewat musyawarah.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar