BPN Banjar serahkan ribuan Sertipikat program PTSL

  • Whatsapp
BPN Kabupaten Banjar saat penyerahan sertipikat kepada warga swcara simbolis di Grand Hotel Daffam.(mul)(wartaberitaindonesia.com)

wartaberitaindonesia.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar penyerahan Sertipikat kepada Pemerintah Kabupaten Banjar, PLN dan program strategis nasional serta internalisasi reformasi birokrasi dalam rangka pembangunan zona integritas dan deklarasi internal pada kantor pertanahan Kabupaten Banjar tahun anggaran 2021.

Syamsu Wijana S.SIT, M.Si selaku Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Banjar mengungkapkan, bahwa pada hari Rabu (13/10/21) telah menyerahkan sertipikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 2.550 bidang.

Bacaan Lainnya

Selain itu, 300 bidang milik UKM nelayan, milik Pemkab 21 bidang dan PLN 11 bidang.

“Semoga tahun anggaran berikutnya akan kami selesaikan lagi sertipiikat, baik aset Pemkab maupun milik masyarakat,” ujar Syamsu usai penyerahan sertipikat kepada Bupati Banjar Saidi Mansur, dan kepada perwakilan warga
secara simbolis di Grand Hotel Daffam Kabupaten Banjar.

Syamsu mengutarakan, sementara ini persentase masyarakat di Kabupaten Banjar baru hanya mencapai 40 persen tanah yang disertifikatkan.

Pada umumnya warga masih beranggapan hanya cukup tanah dikuasai saja, tanpa memiliki surat.

“Warga dalam penguasaan tanah mereka merasa puas hanya berpegang pada segel, justeru itu pihak kami terus melakukan sosialisasi,” ungkapnya.

Sedangkan tanah milik PLN juga masih banyak yang belum selesai.

Dalam kesempatan itu, penyerahan sertipikat juga dihadiri langsung oleh Kepala Kantor ATR BPN Kalsel H Alen Saputra. “Sebelumnya sudah diselesaikan 156 dari target.
Sisanya tinggal 72 bidang belum didaftarkan oleh Pemkab Banjar dan ada 13 yang baru selesai,” ujar Alen.

Dia menerangkan, bahwa program PTSL mewujudkan kepastian hukum dan perlindungan hukum atas tanah masyarakat berdasarkan asas, cepat lancar aman, terbuka dan akuntabel.

“Kesadaran warga se Kalsel, masih 40 persen untuk bikin sertifikat. Terutama di yang tinggal di pedesaan.Semoga sampai tahun 2024 bisa dituntaskan,” pungkasnya.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *