Tak disarankan ‘immune booster’ bagi yang memiliki riwayat penyakit

  • Whatsapp
Suntik vitamin.(ilustrasi)(ist/net)(wartaberitaindonesia.com)

wartaberitaindonesia.com– Tidak disarankan immune booster bagi orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu karena akan mengakibatkan kontradiksi kepada tubuhnya.

Adapun pasien yang memiliki kontradiksi jika melakukan immune booster antara lain riwayat maag kronis, gangguan kelainan darah G6PD, riwayat gangguan ginjal kronis, alergi pada beberapa vitamin, autoimun, ibu hamil dan menyusui.

Bacaan Lainnya

Pakar kesehatan bidang anti-aging lulusan Universitas Udayana, dr. Cynthia Jayanto. M. Biomed (AAM) mengatakan, immune booster bisa didapat dari penyuntikan secara langsung, infus ataupun oral demi menjaga kondisi kesehatan khususnya saat pandemi COVID-19.

Immune booster merupakan kandungan yang berisi vitamin atau multivitamin yang berisi vitamin B, D, asam folat, vitamin E, dan vitamin lainnya dalam bentuk injeksi ataupun oral dengan dosis sesuai angka kebutuhan gizi setiap orang.

“Dari segi keamanan, semua prosedur suntik bisa ada resiko lebam setelah penyuntikan pada pembuluh darah yang sulit, ada resiko emboli udara, apabila tidak sesuai protokol,”kata pemilik Cyn Clinic itu melalui siaran persnya, Selasa.

Dari sisi khasiat, vitamin melalui infus lebih lama dibandingkan disuntik langsung. Bila melalui suntikan, vitamin diproses melalui lambung, hati serta ginjal. Sebagian bisa langsung terbuang melalui urine.

“Tapi lain cerita kalau dalam bentuk infus. Di dalam infus ada cairan natrium klorida atau cairan infus. Multivitamin ini akan berikatan natrium klorida, natrium klorida merupakan cairan mineral garam, dimana garam sifatnya menyimpan cairan di tubuh,” kata dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *