DPRD Kalsel dorong optimalisasi penerimaan PAD sektor Galian C (MBLB) tahun 2026 yang ditargetkan capai 20 hingga 23 persen.
Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com
–Sektor galian C atau Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) di Kalimantan Selatan memiliki potensi besar. Namun, pemerintah daerah belum menggarap sektor ini secara maksimal. Oleh karena itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan kini mendorong pemerintah daerah untuk memperketat pendataan. Selain itu, pemerintah juga harus memperketat pengawasan guna mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Terkait hal tersebut, Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalsel dari Fraksi NasDem, H. Jahrian, SE, memberikan penjelasan. Beliau mengungkapkan bahwa pihaknya mematok target optimalisasi pendapatan dari sektor mika ini cukup signifikan untuk tahun anggaran mendatang.
”Target optimalisasi pendapatan untuk galian C di tahun 2026 ini berkisar antara 20 sampai 23 persen,” ujar Jahrian saat ditemui di Banjarmasin.
Lebih lanjut, Jahrian menegaskan bahwa potensi ekonomi dari komoditas MBLB sangat besar. Kondisi ini menuntut tata kelola yang lebih agresif. Oleh karena itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama instansi terkait wajib memasukkan seluruh pelaku usaha galian C ke dalam basis data objek pajak. Selain itu, mereka juga harus memastikan kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi yang berlaku.
Langkah penggenjotan PAD ini, lanjut Jahrian, tidak bisa bertumpu pada pemerintah provinsi semata. Sebaliknya, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Kalsel memerlukan sinergi penagihan yang kuat.
Terlebih lagi, regulasi perpajakan daerah saat ini menerapkan skema opsen untuk Pajak MBLB. Menurut data Bapenda Kalsel, pemerintah kabupaten/kota memungut Opsen Pajak MBLB secara bersamaan dengan Pajak MBLB. Dengan demikian, sinkronisasi data di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan target tersebut.
Melalui pengawasan ketat ini, Jahrian optimistis target akan tercapai. Implementasi skema opsen yang tepat juga akan melonjakkan PAD dari galian C. Akhirnya, hasil tersebut akan mempertebal stimulus pembiayaan pembangunan infrastruktur dan program kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Selatan.






