32 Personel Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla 6 Hektare di Kurun

Teks foto : Tim gabungan menyemprotkan air ke lahan yang terbakar di kawasan Jalan Piere Tendean III, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalteng, Senin (7/9/2026). Sebanyak 32 personel dikerahkan untuk menjinakkan karhutla seluas 6 hektare tersebut. (Foto: Istimewa)

Sebanyak 32 personel gabungan TNI, Polri, BPBD, dan Damkar berhasil memadamkan 6 hektare karhutla di Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas.

Kuala Kurun, wartaberitaindonesia.com

Bacaan Lainnya

Sebanyak 32 personel gabungan bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas 6 hektare di kawasan Jalan Piere Tendean III, Kecamatan Kurun pada Senin (7/9/2026). Meskipun menghadapi akses jalan yang sulit dan keterbatasan air, tim gabungan akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah.

Awalnya, satelit memantau titik panas (hotspot) sekitar pukul 11.40 WIB. Setelah memastikan titik koordinat melalui koordinasi cepat, Regu I Siaga Karhutla langsung menuju lokasi kebakaran.

Tim gabungan ini melibatkan 19 personel Polri, 8 personel BPBD, 1 personel TNI, dan 4 personel Damkar. Perwira Pengendali Regu I, AKP Heri Purwanto, memimpin langsung operasi pemadaman tersebut.

Untuk menembus medan yang berat, tim mengandalkan berbagai armada operasional lapangan. Mereka membawa empat unit kendaraan roda dua, empat unit kendaraan roda empat, dan tiga unit kendaraan roda enam.

Mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, AKP Heri Purwanto mengakui kondisi geografis menjadi tantangan terbesar. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghentikan semangat para petugas di lapangan.

“Kami tetap melakukan pemadaman secara terkoordinasi meskipun akses sulit dan sumber air sangat terbatas. Semua anggota bergerak taktis dengan tetap memprioritaskan keselamatan,” ujar AKP Heri.

Selanjutnya, ia menambahkan bahwa kolaborasi solid antarlini menjadi kunci keberhasilan operasi ini. Kerja sama antara Polri, TNI, BPBD, dan Damkar berjalan sangat baik berkat dukungan data dari Posko Karhutla.

Meskipun api sudah padam, petugas belum merinci waktu pasti selesainya operasi tersebut. Saat ini, tim di lapangan masih terus melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Di sisi lain, AKP Heri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kejadian serupa. Ia mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran lahan.

“Kami berharap masyarakat turut menjaga lingkungan. Jika melihat titik api, segera laporkan ke petugas agar bisa kita tangani sedini mungkin,” pungkasnya.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *