DPRD Kalsel Berkomitmen Kawal Penanganan Dampak Kemarau

Teks foto : Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Fraksi PKS, Habib Umar Hasan Alie Bahasyim, saat mengikuti rapat di ruang rapat DPRD Kalsel, Banjarmasin. (Foto: Ist)

Anggota Komisi IV DPRD Kalsel Habib Umar Hasan Alie Bahasyim mendorong sinergi lintas komisi dan mitra kerja untuk mengawal dampak kemarau dan karhutla.

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Fraksi PKS, Habib Umar Hasan Alie Bahasyim, menegaskan komitmen legislatif untuk terus mengawal penanganan dampak kemarau di masyarakat. Beberapa persoalan krusial yang menjadi fokus utama meliputi kekeringan, krisis air bersih, hingga kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bacaan Lainnya

 

Habib Umar menyatakan bahwa berbagai persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan secara sektoral. Penanganannya memerlukan koordinasi lintas komisi di DPRD serta sinergi yang kuat dengan mitra kerja terkait sesuai kewenangan masing-masing.

 

Menurutnya, DPRD Kalsel terus menyuarakan fakta di lapangan agar menjadi prioritas dalam pembahasan kebijakan dan penganggaran daerah.

 

“Kami tidak diam. Siang malam kami mengikuti rapat membahas anggaran demi kemaslahatan rakyat, sesuai tugas dan kemampuan yang ada,” ujar Habib Umar.

 

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang aktif memberikan kritik, saran, dan masukan terhadap situasi saat ini. Aspirasi tersebut dinilai sangat penting untuk memastikan persoalan di lapangan mendapat perhatian cepat dari pemerintah.

 

Salah satu wilayah yang menjadi sorotan adalah Kabupaten Banjar. Masyarakat di daerah ini turut merasakan dampak signifikan dari kemarau panjang, mulai dari kekeringan, kepungan asap, hingga terbatasnya pasokan air bersih.

 

Melalui kondisi ini, Habib Umar berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat menjadikannya sebagai bahan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat langkah penanganan ke depan.

 

Ia menegaskan, kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak menjadi kunci utama agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dan dampak musim kemarau dapat dilalui dengan lebih baik.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *