Rumah seorang anak yatim di Desa Pematang Ulin Karang Bintang ludes terbakar diduga korsleting listrik. Dinsos Tanah Bumbu segera terjunkan bantuan.
Tanah Bumbu, wartaberitaindonesia.com – Musibah kebakaran menghanguskan rumah seorang anak yatim, Ragil Putra Pratama (14), di Desa Pematang Ulin, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (7/11/2026) sekitar pukul 06.30 WITA. Akibat peristiwa ini, hampir seluruh isi rumah beserta sebagian atap bangunan hangus dilalap api.
Sejumlah barang berharga milik pelajar SMP tersebut, termasuk pakaian dan perlengkapan sekolah, tidak sempat diselamatkan. Beruntung, kobaran api tidak meluas ke bangunan lain setelah warga sekitar bergerak cepat bergotong-royong memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Pasca-kejadian, warga bersama Ketua RT 01 Tri Haryadi dan Kepala Desa Pematang Ulin Ahmad Wardoyo, langsung membersihkan puing-puing dan arang yang memenuhi bagian dalam rumah korban.
Ahmad Wardoyo menjelaskan, saat kebakaran terjadi, Ragil sedang tidak berada di rumah. Karena hari Sabtu merupakan hari libur sekolah, korban pergi bekerja menyadap pohon karet milik warga setempat. Ragil sendiri selama ini tinggal sendiri di rumah peninggalan almarhum ayahnya, sementara sang ibu saat ini berada di Kotabaru.
“Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 06.30 WITA. Saat itu, Ragil sedang berada di kebun karet untuk bekerja menyadap. Kebetulan hari Sabtu libur sekolah, jadi dia memanfaatkan waktu untuk bekerja,” kata Wardoyo.
Mengenai pemicu kebakaran, Wardoyo menduga kuat api berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Kobaran api diduga bermula dari area kamar tidur, kemudian dengan cepat menjalar ke ruangan lain.
“Dugaan sementara karena korsleting listrik. Api membakar mulai dari kamar tidur hingga menghanguskan seluruh isi rumah, termasuk perlengkapan sekolah korban,” tambahnya.
Merespons musibah tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanah Bumbu, Lia Sumita, menyatakan segera menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pendataan agar bantuan bisa cepat disalurkan.
“Kami minta pihak desa segera mengirimkan foto Kartu Keluarga (KK) dan KTP korban. Kami akan langsung mengirim tim ke sana untuk melakukan pendataan,” tegas Lia.






