Rawan Kecelakaan, Dua Jembatan Sungai Gampa Diusulkan Masuk APBD 2027

Teks foto : Ketua DPRD Kota Banjarmasin, H Rikval Fachruri, saat memimpin rapat kerja internal lembaga legislatif setempat. (Foto: Ist)

Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri mengusulkan pembangunan ulang dua jembatan rawan kecelakaan di kawasan Sungai Gampa pada APBD 2027.

Banjarmasin, wartabertaindonesia.com – Kondisi dua jembatan menuju kawasan Sungai Gampa, Kecamatan Banjarmasin Utara, memicu kekhawatiran karena rawan kecelakaan. Merespons kondisi tersebut, DPRD Kota Banjarmasin mengusulkan pembangunan ulang kedua infrastruktur itu agar masuk dalam prioritas anggaran tahun 2027.

Bacaan Lainnya

 

Ketua DPRD Kota Banjarmasin, H Rikval Fachuri, menegaskan bahwa usulan ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya aspirasi dan keluhan warga yang diterima dewan, baik melalui kegiatan reses maupun pengaduan langsung. Menurutnya, langkah preventif harus segera diambil sebelum jatuh korban jiwa.

 

“Setelah kami cek langsung, kondisi jembatan menuju Sungai Gampa memang sangat memprihatinkan. Saya minta pembangunannya diusulkan untuk tahun 2027. Skema ini nantinya dibahas bersama Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),” ujar Rikval kepada awak media di Banjarmasin, Sabtu (7/11/2026).

 

Rikval menjelaskan, dua jembatan yang menjadi sorotan memiliki karakteristik konstruksi berbeda, yakni satu berposisi lebih tinggi dan satunya lebih rendah. Keduanya merupakan akses vital masyarakat, namun desainnya saat ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

 

Berdasarkan laporan warga, sejumlah mobil sempat terjatuh dan beberapa pengendara sepeda motor terperosok saat melintas. Risiko kecelakaan kian meningkat ketika ada dua kendaraan roda empat berpapasan. Selama ini, warga sekitar terpaksa mengatur lalu lintas secara sukarela guna mencegah tabrakan.

 

DPRD, lanjut Rikval, tidak ingin insiden ambrolnya jembatan di kawasan Saka Harang atau kecelakaan di wilayah Mantuil kembali terulang. “Jangan sampai kejadian seperti di Mantuil terulang. Kita harus melakukan langkah preventif terlebih dahulu,” tegasnya.

 

Terkait kebutuhan anggaran, politisi ini menyebutkan besaran nominalnya masih menunggu hasil perhitungan tim teknis. Kendati demikian, legislator memastikan akan mengawal penuh agar program ini masuk dalam struktur APBD 2027.

 

Ia berharap perencanaan teknis dapat rampung pada awal tahun agar pengerjaan fisik bisa langsung dimulai begitu tahapan administrasi selesai. Bagi dewan, pembangunan infrastruktur tidak sekadar mengejar kelancaran akses, melainkan menjamin keselamatan masyarakat.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *