Inovator SKB Balangan Rofiqoh meluncurkan game digital JEMPOL untuk mendongkrak minat baca dan kesiapan TKA siswa di lima desa binaan.
Paringin, wartabertaindonesia.com – Rendahnya minat baca peserta didik dalam proses pembelajaran memicu lahirnya terobosan baru di bidang pendidikan. Inisiator inovasi dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balangan, Rofiqoh, merilis aplikasi game digital bernama JEMPOL (Jelajah Edukasi melalui Ponsel).
Inovasi pelayanan publik ini resmi diimplementasikan sejak awal Januari 2026. Fokus utamanya adalah untuk mendukung persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) para siswa.
Rofiqoh mengungkapkan, gagasan pengembangan JEMPOL berawal dari temuan lapangan mengenai rendahnya literasi membaca siswa. Saat persiapan TKA, pembelajaran konvensional yang berfokus pada penyampaian teori dinilai kurang efektif dalam menumbuhkan daya tarik siswa terhadap teks panjang.
“Selama pembelajaran, kami melihat sebagian peserta didik kurang antusias saat dihadapkan pada teks bacaan panjang. Mereka bahkan cenderung langsung memilih jawaban tanpa mencermati keseluruhan isi bacaan,” ujar Rofiqoh.
Berbekal pengalaman dari Bimbingan Teknis Digitalisasi, Rofiqoh kemudian merancang JEMPOL menggunakan platform Smart App Creator (SAC). Game ini memadukan bacaan edukatif dengan berbagai tipe soal interaktif untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Antropologi.
“Bentuk soalnya variatif, mulai dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, benar-salah, hingga drag and drop. Format permainan ini memaksa peserta didik untuk mencermati bacaan jika ingin menjawab dan melanjutkan game,” terangnya.
Rofiqoh menambahkan, aplikasi ini dirancang fleksibel demi memudahkan akses pembelajaran murid. JEMPOL dapat diakses secara luring (offline) melalui aplikasi yang diunduh, maupun secara daring (online) via tautan internet.
Saat ini, JEMPOL telah dimanfaatkan oleh peserta didik di lima desa binaan SKB Balangan, meliputi Desa Sungai Batung, Munjung, Batu Merah, Kandang Jaya, dan Banua Hanyar. Hasil pengamatan awal pasca-implementasi menunjukkan inovasi ini sukses meningkatkan antusiasme dan keaktifan siswa dalam berlatih soal TKA.





