DPRD Tanah Bumbu kritik penjelasan PLN Batulicin terkait pemadaman listrik bergilir yang ikut berdampak pada distribusi air bersih di Tanbu.
Tanah Bumbu, wartaberitaindonesia.com –
Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu, H Hasanuddin, menyoroti tajam penjelasan PT PLN (Persero) ULP Batulicin terkait pemadaman listrik bergilir. Beliau menyampaikan kritikan tersebut dalam rapat kerja gabungan DPRD pada Selasa (4/8/2026).
Hasanuddin menilai keterangan pihak PLN masih berputar-putar. Penjelasan tersebut belum mengungkap penyebab utama di balik gangguan pasokan listrik yang meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, beliau meminta PLN berhenti memberikan jawaban normatif dan mulai terbuka kepada publik. Politisi PKB tersebut menegaskan agar PLN langsung menyampaikan permasalahan yang sebenarnya demi kemudahan edukasi ke masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu, Andi Asdar Wijaya, juga menyampaikan desakan serupa. Beliau meminta PLN menunjukkan komitmen nyata melalui media massa secara berkala. Menanggapi kritik tersebut, Manajer PT PLN ULP Batulicin, Azmi Muharam, menjelaskan bahwa penurunan kemampuan pasok Sistem Interkoneksi Kalimantan memicu pemadaman bergilir ini sejak 22 Juli 2026. Dua kendala teknis utama meliputi gangguan generator di PLTU Asam-Asam dan gangguan teknis pada PLTU PT SKS Gunung Mas. PLN menargetkan PLTU Asam-Asam beroperasi kembali pada 23 Agustus 2026 agar pasokan listrik normal kembali.
Sementara itu, pemadaman listrik ini membawa dampak domino pada layanan publik lainnya. Plt Direktur PT Air Minum Bersujud, Dwi Dibyo Raharjo, mengonfirmasi gangguan pasokan air bersih akibat operasional pompa yang bergantung penuh pada listrik. Ketika listrik padam, rantai operasional air bersih langsung terhenti total. Pompa intake berhenti, Instalasi Pengolahan Air (IPA) gagal memproduksi air, dan booster pump mati hingga membuat pipa kosong. Sebagai solusi jangka pendek, PT Air Minum Bersujud menyewa tiga unit genset dan mengerahkan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke pelanggan terdampak.






