Hilyah Aulia Desak PLN dan Provider Rapikan Kabel Semrawut yang Bahayakan Warga Banjarmasin

Teks foto : Hilyah Aulia Anggota DPRD Banjarmasin Melakukan reses di keludahan Murung Raya

Anggota DPRD Kota Banjarmasin Hilyah Aulia mendesak PLN dan provider internet segera merapikan kabel semrawut yang membahayakan warga Murung Raya.

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com

Bacaan Lainnya

Anggota DPRD Kota Banjarmasin Hilyah Aulia menerima banyak keluhan warga soal kabel listrik dan fiber optik yang berantakan. Ia mendapat laporan ini saat melaksanakan reses di Gang Laila RT 10, Kelurahan Murung Raya, Banjarmasin Selatan. Kabel yang menjuntai rendah dinilai sangat membahayakan keselamatan warga.

 

Hilyah mengatakan masalah kabel ini menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan. Bahkan, ketidakrapian pemasangan sudah menyebabkan kecelakaan yang menimpa anak-anak. “Warga paling banyak mengeluh soal kabel PLN yang sangat berantakan. Ada anak yang terluka karena tersangkut kabel tersebut. Hal ini tentu butuh perhatian serius,” ujar Hilyah kepada awak media.

 

Anggota dewan ini menegaskan akan segera mendesak PLN menata seluruh kabel secepat mungkin. Tujuannya agar tidak ada lagi korban yang terluka. “Saya harap PLN segera memperbaiki letak kabel tersebut. Kondisinya sangat berbahaya bagi warga, terutama anak-anak,” tambahnya.

 

Selain kabel listrik, Hilyah juga menyoroti pemasangan kabel fiber optik milik berbagai penyedia layanan internet yang tidak teratur. Hal ini merusak pemandangan dan membuat Kota Banjarmasin terlihat tidak bersih. “Kabel internet juga sangat berantakan. Karena banyak penyedia layanan, kami pun kadang bingung harus menghubungi siapa. Lewat media ini, saya harap seluruh provider segera merapikan jaringan kabel mereka,” tegasnya.

 

Hilyah berjanji akan membawa aspirasi ini ke Komisi III DPRD Kota Banjarmasin untuk disampaikan langsung kepada pihak PLN. Ia juga akan berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika guna menertibkan pemasangan kabel internet.

 

Sementara itu, Hadi selaku warga RT 10 membenarkan kondisi ini sudah terjadi sejak lama. Ia menunjuk area belakang SD Murung Raya 1 dan Jalan Malang 2 sebagai titik yang paling rawan. “Kabel optik sangat berantakan dan kabel listrik menjuntai terlalu rendah hingga mudah dijangkau anak-anak. Cucu saya sendiri pernah tersangkut kabel saat melintas di sana,” ungkap Hadi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *