Warga Telawang Keluhkan Jalan Rusak hingga Distribusi Air, Anggota DPRD Banjarmasin Janjikan Solusi

Teks foto : Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, saat berdialog dengan warga dalam kegiatan reses di Kelurahan Telawang, Banjarmasin Barat, Sabtu (4/4). (Ist)

Banjarmasin,

wartaberitaindonesia.com – Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menyerap aspirasi warga dalam kegiatan reses yang digelar di Kelurahan Telawang, Banjarmasin Barat, Sabtu (4/4). Sejumlah persoalan infrastruktur dan layanan publik menjadi sorotan utama masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya

 

Neli mengungkapkan, keluhan yang paling mendominasi adalah kondisi jalan lingkungan yang rusak dan berlubang. Selain masalah fisik jalan, warga mengeluhkan drainase yang buruk sehingga menyebabkan genangan air, serta keberadaan tiang listrik yang posisinya dianggap membahayakan keselamatan pengguna jalan.

 

“Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk segera berkoordinasi dengan PLN agar memindahkan tiang listrik yang dinilai warga berbahaya dan mengganggu aktivitas,” ujar Neli.

 

Selain infrastruktur jalan, masalah distribusi air bersih juga menjadi persoalan krusial. Warga mengeluhkan layanan air leding yang hanya mengalir pada malam hari. Kondisi ini memaksa warga terjaga hingga larut malam untuk menampung air, yang berdampak pada terganggunya aktivitas harian mereka.

 

Menanggapi hal itu, Neli menjelaskan bahwa pihak Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih telah melakukan survei lapangan. Hasilnya, ditemukan bahwa jaringan pipa di wilayah tersebut merupakan pipa lama berdiameter kecil sehingga distribusi air tidak optimal.

 

“Ke depan, PAM akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk perbaikan infrastruktur, termasuk penggantian pipa. Saya menekankan agar perbaikan pipa ini dibarengi dengan penataan jalan agar hasilnya sinkron dan tidak menimbulkan masalah baru,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, menyampaikan permohonan maaf atas kendala layanan yang belum maksimal selama 24 jam.

 

“Kami memohon maaf karena belum bisa memberikan layanan penuh 24 jam. Seharusnya masyarakat memang mendapatkan akses air sepanjang hari,” kata Zulbadi.

 

Zulbadi menjelaskan, pihaknya telah diinstruksikan oleh Wali Kota Banjarmasin untuk memprioritaskan pembenahan distribusi air di wilayah Banjarmasin Barat, yang merupakan daerah ujung jaringan (pipa akhir), seperti kawasan Handil Bakti, Kuin Cerucuk, dan Trisakti.

 

Sebagai langkah konkret, tahun ini PAM Bandarmasih berencana memasang pipa transmisi berdiameter 800 mm serta membangun mini instalasi pengolahan air (treatment plant) dengan teknologi membran.

 

“Insyaallah, tahun ini perbaikan mulai kami upayakan. Kami memohon masyarakat untuk sedikit bersabar selama proses pembenahan berlangsung,” pungkasnya.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *