Marak Tawuran Remaja, Anggota DPRD Banjarmasin Desak Peningkatan Patroli

Teks foto : Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Aliansyah dari Fraksi PKS. (Foto: Ist)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com– Maraknya aksi tawuran yang melibatkan remaja di Kota Banjarmasin mendapat sorotan serius dari Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Aliansyah. Ia menilai meningkatnya kekerasan jalanan, penggunaan senjata tajam (sajam), hingga munculnya geng remaja berpotensi merusak citra Kota Seribu Sungai sebagai destinasi wisata dan pusat ekonomi di Kalimantan Selatan.

 

Bacaan Lainnya

Menurut Aliansyah, kondisi keamanan yang kondusif merupakan faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sebaliknya, jika Banjarmasin dipersepsikan rawan kriminalitas, masyarakat luar daerah akan enggan berkunjung.

 

“Kalau Banjarmasin aman, otomatis masyarakat luar daerah akan ramai datang ke kota ini. Mereka merasa nyaman berbelanja, berwisata, maupun menikmati suasana kota. Namun, jika remaja kita sering tawuran, membawa sajam, dan muncul geng yang meresahkan, tentu orang luar takut datang,” ujar Aliansyah, Rabu (24/6).

 

Sebagai wakil rakyat, ia berharap aparat keamanan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin meningkatkan langkah preventif. Salah satunya dengan memperbanyak patroli di kawasan rawan kenakalan remaja.

 

Aliansyah secara khusus meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin lebih intensif melakukan patroli rutin, terutama pada malam hari di titik berkumpulnya kelompok remaja.

 

“Kami berharap aparat keamanan dan Pemkot, khususnya Satpol PP, lebih rajin berkeliling dan mengawasi titik rawan. Kehadiran petugas di lapangan akan memberikan efek pencegahan dan rasa aman bagi masyarakat,” katanya.

 

Ia juga mendukung rencana Pemkot Banjarmasin menjalankan program pembinaan remaja melalui sistem barak. Menurutnya, program tersebut perlu segera direalisasikan sebagai bentuk keseriusan pemerintah menangani kenakalan remaja yang kian mengkhawatirkan.

 

“Jika ada rencana program pembinaan melalui barak, kami mendukung agar segera dilaksanakan. Ini menunjukkan pemerintah serius membina generasi muda agar tidak terjerumus perilaku negatif,” jelasnya.

 

Meski demikian, Aliansyah menegaskan bahwa peran keluarga tetap menjadi faktor paling penting dalam mencegah anak terlibat tawuran maupun kriminalitas. Orang tua diminta aktif mengawasi aktivitas anak, mengenali lingkungan pergaulan, serta memastikan keberadaan mereka di luar rumah.

 

“Orang tua harus memperketat pengawasan. Harus tahu anak berangkat jam berapa, pulang jam berapa, bergaul dengan siapa, dan aktivitasnya apa. Jangan dibiarkan tanpa kontrol. Jika anak membawa senjata atau berpotensi membahayakan, harus segera dicegah,” tegasnya.

 

Aliansyah berharap sinergi antara keluarga, pemerintah daerah, aparat keamanan, sekolah, dan masyarakat dapat menciptakan suasana Banjarmasin yang aman dan ramah bagi wisatawan maupun warga lokal, terutama pada momentum musim liburan.

 

“Harapan kita, Banjarmasin tetap aman sehingga tamu dan wisatawan merasa nyaman berkunjung, menikmati kuliner, berwisata, maupun beraktivitas pada malam hari. Apalagi saat ini banyak kafe dan pusat hiburan buka hingga malam, sehingga keamanan kota harus benar-benar terjaga,” pungkasnya.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *