Usulan perubahan status Balai Diklat Kalsel menjadi BLUD dinilai strategis. Transformasi ini siap membuka pusat inkubasi baru bagi pelaku UMKM.
Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com –
Firman Yusi mendorong transformasi lembaga menjadi BLUD. Langkah ini meningkatkan kualitas pelatihan kerja daerah. Selanjutnya, perubahan ini memperkuat daya saing industri kriya lokal. Anggota dewan menyampaikan usulan itu kemarin. Di samping itu, skema baru menjanjikan fleksibilitas keuangan institusi.Lembaga kriya ini menyandang status Unit Pelaksana Teknis. Selain itu, Firman menjelaskan proses transformasi secara bertahap. Pemerintah daerah mendanai rehabilitasi gedung dan modernisasi mesin pelatihan. Kemudian, rencana pembenahan sarana meluncur pada tahun 2027. Maka dari itu, Balai Diklat memegang status penuh pada tahun 2029. Skema baru membawa kemitraan dunia usaha semakin luas. Akhirnya, program hilirisasi produk unggulan menyukseskan target pertumbuhan ekonomi daerah.






