Tanggapi keluhan warga Banjarmasin Timur yang kesulitan air akibat kemarau, Noor Latifah desak PTAM Bandarmasih kirim armada tangki air bersih.
Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com
–
Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kota Banjarmasin mendapat perhatian serius dari pihak legislatif. Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi Golkar, Noor Latifah, bergerak cepat merespons keluhan warga di Daerah Pemilihan (Dapil) Banjarmasin Timur. Warga di kawasan tersebut mengaku kesulitan mendapatkan air bersih selama berhari-hari.
Wanita yang akrab disapa Lala ini langsung berkoordinasi dengan PT Air Minum (PTAM) Bandarmasih. Hasilnya, armada mobil tangki mulai mengalirkan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak paling parah.
“Banyak warga mengeluh air tidak mengalir akibat kemarau ini. Namun, kami harus meninjau lapangan terlebih dahulu. Jika wilayah tersebut terbukti sudah beberapa hari tidak mendapatkan pasokan air, langsung kami koordinasikan ke PTAM untuk penyaluran bantuan,” ujar Lala, Kamis (3/9).
Sejauh ini, PTAM Bandarmasih telah mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah titik prioritas. Wilayah RT 17 Komplek Timur Perdana 1, Kelurahan Sungai Lulut, menerima bantuan 2 tangki air setelah pasokan terhenti selama lima hari. Sementara itu, warga di RT 24 Gang Dahlia dan RT 25 Gang Tanjung Raya, Kelurahan Sungai Bilu, masing-masing mendapatkan 1 tangki air setelah mengalami krisis air selama tiga hari.
Lala menambahkan, pihaknya juga tengah mendalami laporan serupa dari kawasan Kelurahan Pengambangan. Tim di lapangan melakukan evaluasi ketat agar bantuan tersebut tepat sasaran.
“Kami memprioritaskan warga yang benar-benar tidak mendapatkan air sama sekali,” tegasnya.
Selain mendesak penyaluran air darurat, Lala meminta PTAM Bandarmasih aktif melakukan pengecekan jaringan di lapangan. Langkah ini penting untuk mendeteksi potensi kebocoran pipa agar petugas bisa segera melakukan perbaikan.
Meningkatnya intensitas krisis air bersih yang terus berulang setiap tahun membuat Noor Latifah mendorong PTAM Bandarmasih untuk menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satunya, ia menyarankan pembangunan embung atau waduk penampungan air baku.
“Harapannya, pembangunan infrastruktur jangka panjang ini bisa menjadi solusi permanen agar warga tidak lagi mengalami krisis air saat musim kemarau tiba,” pungkasnya.






