Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Muhammad Ridho Akbar meninjau penurunan fondasi Jembatan Banyiur Luar akibat penerobosan truk berat.
Banjarmasin,
wartaberitaindonesia.com – Struktur Jembatan Banyiur Luar kembali menjadi sorotan setelah bagian fondasinya mengalami penurunan. Kerusakan ini dipicu oleh truk bermuatan besar melebihi kapasitas yang nekat melintas beberapa hari lalu. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital masyarakat.
Merespons keluhan warga, Komisi III DPRD Kota Banjarmasin bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan (Dishub), serta pihak Kelurahan Basirih meninjau langsung lokasi, Sabtu (5/9/2026).
Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar, mengungkapkan bahwa pemantauan lapangan menunjukkan adanya pergeseran pada sejumlah titik fondasi dan oprit jembatan akibat beban kendaraan yang overkapasitas.
“Kami menerima laporan dari Kelurahan Basirih dan warga RT 45. Beberapa hari lalu ada truk besar yang melanggar ketentuan dan tetap melintas. Akibatnya fondasi jembatan mengalami penurunan,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.
Ridho menegaskan persoalan ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keselamatan warga. Ia mendesak Dishub untuk segera memasang rambu larangan pembatasan tonase di sekitar kawasan jembatan guna mencegah kendaraan berat kembali melintas.
Selain pengaturan lalu lintas, Ridho juga meminta Dinas PUPR segera melakukan penanganan teknis darurat. “PUPR harus segera melakukan perbaikan, minimal penguatan fondasi sementara, sambil menunggu penanganan permanen. Jangan sampai menunggu jembatan ambruk dan memakan korban,” tegasnya.
Sementara itu, Staf Bidang Jalan dan Jembatan PUPR Banjarmasin, Heri Firmansyah, memastikan pihak teknis segera mengambil tindakan. Sebagai langkah awal, PUPR akan menambal titik yang mengalami penurunan struktur.
Heri menegaskan, Jembatan Banyiur Luar yang berkonstruksi kayu ini sejatinya hanya mampu menahan beban normal maksimal 4 hingga 5 ton. Oleh karena itu, kendaraan berat untuk sementara dilarang keras melintas.
“Sementara waktu akan kita tambal dan amankan jalurnya. Yang jelas, prioritas kami adalah memastikan jembatan tidak membahayakan masyarakat,” kata Heri.
Ketua RT 45, Darma, yang mewakili suara warga, berharap perbaikan tidak sekadar menjadi solusi sementara. Mengingat peran strategis jembatan sebagai penghubung kawasan pelabuhan menuju pusat Kota Banjarmasin, warga mendesak adanya penguatan struktur secara menyeluruh serta pengawasan tonase yang lebih ketat.
“Kami sangat khawatir jika dibiarkan jembatan ini runtuh. Kami berterima kasih atas respons cepat DPRD dan dinas terkait, namun kami berharap perbaikannya bisa dilakukan secepatnya demi keselamatan bersama,” tutur Darma.






