Dampak Proyek Irigasi Bendung Pitap Dievaluasi

Teks foto : Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Balangan Saiful Arif (kiri) bersama Plt Kepala BWS Kalimantan III Sandi Erryanto saat meninjau kondisi Bendung Pitap, Sabtu (4/7). (Foto: Ist)

Paringin, wartaberitaindonesia.com – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Balangan, Saiful Arif, bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Sandi Erryanto, meninjau langsung Bendung Pitap, Sabtu (4/7). Kunjungan lapangan ini menindaklanjuti keluhan warga terkait dugaan dampak pembangunan jaringan irigasi yang memicu banjir pada 2025 dan kekeringan lahan sawah akhir-akhir ini.

 

Pertemuan di lokasi bendung menjadi wadah dialog antara warga, petani, DPRD, dan BWS Kalimantan III. Sejumlah petani memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan aspirasi terkait buruknya aliran sungai dan sistem irigasi setempat.

 

Wakil Ketua II DPRD Balangan, Saiful Arif, mengapresiasi respons cepat BWS Kalimantan III yang bersedia turun langsung ke lapangan. Menurutnya, kehadiran pihak balai menunjukkan komitmen kuat dalam mendengar keluhan masyarakat dan mencari jalan keluar.

 

“Ini menunjukkan komitmen untuk melihat kondisi riil di lapangan, mendengarkan keluhan masyarakat, dan bersama-sama mencari jalan keluar terbaik,” ujar Saiful.

 

Menanggapi keluhan tersebut, Plt Kepala BWS Kalimantan III, Sandi Erryanto, menegaskan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) dari hulu hingga hilir. Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi penyebab utama masalah dan menentukan penanganan yang efektif.

 

Sebagai tindakan jangka pendek, BWS Kalimantan III berkomitmen menerjunkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi di badan sungai. Endapan lumpur yang tinggi dinilai menjadi pemicu banjir saat musim hujan sekaligus penghambat pasokan air irigasi saat kemarau.

 

“Kami akan cek dari hulu ke hilir untuk mendapat gambaran utuh. Dalam waktu dekat, alat berat diturunkan untuk membersihkan sedimentasi. Kami berharap sinergi dengan DPRD Balangan terus terjalin agar penanganan maksimal,” kata Sandi.

 

Kunjungan tersebut turut dihadiri jajaran staf DPRD Balangan, tim teknis BWS Kalimantan III, serta perwakilan petani sekitar. Sinergi ini diharapkan mempercepat langkah konkret perbaikan fungsi sungai demi menjamin ketersediaan air pertanian dan mereduksi risiko banjir di Kabupaten Balangan.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *