Muara Teweh, wartaberitaindonesia.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Barito Utara (Barut) menjadi momentum penting untuk menyerukan pesan kunci: Aparatur Sipil Negara (ASN) harus adaptif terhadap transformasi digital.
Era digital yang bergerak cepat menuntut perubahan signifikan dalam pola kerja birokrasi.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barut, Mery Rukaini, menegaskan bahwa ASN tidak boleh tertinggal oleh pesatnya perkembangan teknologi.
Menurutnya, adaptasi terhadap teknologi informasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk mewujudkan pelayanan publik yang efisien dan cepat kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Mery mendorong Korpri untuk mengambil peran sebagai agen perubahan utama dalam adopsi teknologi di setiap Perangkat Daerah.
Pemanfaatan sistem pemerintahan berbasis elektronik (e-Government) dan berbagai aplikasi layanan publik wajib dimaksimalkan demi efisiensi birokrasi.
DPRD Barut, lanjut Mery, berkomitmen penuh untuk terus mengawasi sekaligus mendukung alokasi anggaran yang diperlukan, baik untuk program pelatihan peningkatan kapasitas SDM maupun pengadaan infrastruktur teknologi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barut.
Adaptasi masif terhadap digitalisasi ini diharapkan mampu memangkas alur birokrasi yang panjang, mempercepat proses pelayanan, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing serta kualitas tata kelola pemerintahan di Barito Utara.






