Kuala Kurun, wartaberitaindonesia.com – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas menunjukkan respons cepat dalam menangani laporan masyarakat terkait penemuan mayat seorang wanita yang diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Sabtu (17/1/2026) malam.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan warga melalui layanan darurat Call Center 110 Polri. Menindaklanjuti laporan itu, tim piket Pamapta Polres Gunung Mas segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk mengamankan dan melakukan penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP).
Kejadian memilukan itu berlangsung di sebuah rumah di Jalan Gang Korpri, Kelurahan Kuala Kurun. Korban diketahui berinisial W (21), seorang perempuan asal Desa Tumbang Takaoi, Kabupaten Gunung Mas.
Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, penanganan kasus bermula dari laporan masyarakat yang masuk melalui layanan Call Center 110.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, tim piket Pamapta yang dipimpin Ipda Yudi Harjono langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah TKP. Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang semakin aktif memanfaatkan layanan 110 sehingga polisi dapat merespons dengan cepat,” ujar Kapolres, Minggu (18/1/2026) pagi.
Berdasarkan keterangan saksi pelapor, Jeremias (26), kejadian bermula sekitar pukul 22.10 WIB. Saat itu, ia bersama saksi lain bernama Tati sedang berada di ruang tamu dan melihat korban masuk ke dalam kamar.
Sekitar 20 menit kemudian, kondisi kamar korban terasa sunyi dan mencurigakan. Jeremias lantas mengintip ke dalam kamar dan mendapati korban sudah dalam posisi tergantung dengan seutas tali melilit di leher. Sontak terkejut, saksi segera meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Petugas Polres Gunung Mas tiba di lokasi sekitar pukul 22.30 WIB dan langsung melakukan serangkaian prosedur kepolisian, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, hingga pengamanan barang bukti.
Polisi mengamankan satu gulung tali hitam sepanjang sekitar satu meter serta pakaian yang dikenakan korban.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi untuk divisum sebagai bagian dari proses penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian.
Kapolres Gunung Mas menegaskan, pihaknya masih mendalami motif dan latar belakang peristiwa tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab dan motif kejadian. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga potensi kejadian serupa dapat dicegah,” pungkas AKBP Heru Eko Wibowo.
Polres Gunung Mas memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku hingga tuntas.






