Jumlah titik panas di Kabupaten Gunung Mas turun menjadi empat titik. Polres Gunung Mas pimpinan AKBP Arum Sari Puspita Dewi intensifkan patroli gabungan.
Kuala Kurun, wartaberitaindonesia.com – Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Gunung Mas dilaporkan menurun dalam dua hari terakhir. Saat ini, tercatat total empat titik panas berstatus medium yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Rungan, Rungan Hulu, Kurun, dan Manuhing masing-masing satu titik.
Menyikapi kondisi tersebut, Polres Gunung Mas bersama Polsek jajaran terus mengintensifkan patroli dan pemantauan di lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), termasuk wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran berulang.
Sebagai langkah konkret, Polres Gunung Mas melaksanakan patroli rutin berskala besar pada Sabtu (17/10/2026) malam. Patroli ini dipimpin langsung oleh Kapolres Gunung Mas, AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., didampingi Kabag Ops AKP Nurheriyanto Hidayat, S.H., M.Si., dengan melibatkan personel TNI, Piket Pamapta, Piket Fungsi, serta Piket Pos Siaga Karhutla.
Tim gabungan menyusuri sejumlah rute krusial, meliputi Jalan Brigjen Katamso, jalur lintas Kurun–Tewah, lintas Kurun–Palangka Raya, hingga lintas Kurun–Desa Tewang Pajangan. Selain patroli malam, personel Pos Siaga Karhutla juga dikerahkan secara berkelanjutan pada pagi dan siang hari untuk memperkuat deteksi dini.
Kapolres Gunung Mas, AKBP Arum Sari Puspita Dewi menegaskan bahwa penurunan jumlah titik panas tidak boleh membuat aparat maupun masyarakat lengah.
“Penurunan jumlah titik panas harus menjadi momentum untuk terus meningkatkan kewaspadaan, bukan alasan untuk mengurangi kesiapsiagaan. Kami optimalkan patroli di lokasi rawan dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan,” ujar Arum.
Melalui peningkatan intensitas patroli ini, Polres Gunung Mas berkomitmen mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif. Pihak kepolisian mengimbau keras agar masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melapor ke petugas terdekat jika menemukan indikasi atau tanda-tanda kebakaran di lapangan demi mencegah meluasnya Karhutla.






