Ketua YLK Kalsel Akhmad Murjani mendesak Pemkot Banjarmasin melakukan reformasi dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PTAM Bandarmasih.
Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalimantan Selatan, Dr. Akhmad Murjani, mendesak PTAM Bandarmasih untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan dan kinerjanya dalam menghadapi ancaman kekeringan serta intrusi air laut.
Menurut Murjani, krisis air yang terjadi saat ini harus menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin untuk mengevaluasi performa PTAM Bandarmasih. Ia mendorong adanya reformasi pelayanan, terutama dalam peningkatan mutu dan kualitas air bersih kepada masyarakat.
“Kalau tidak dilakukan reformasi, sangat mungkin tahun depan hal yang sama kembali terjadi,” ujar Murjani di Banjarmasin, Minggu (27/9/2026).
Ia menilai program kerja PTAM Bandarmasih—baik jangka pendek, menengah, maupun panjang—perlu dievaluasi secara berkala dan terukur. Selain itu, aspek pengalaman teknis perusahaan juga harus terus diperkuat.
Salah satu caranya adalah melalui benchmarking atau studi banding ke Perumda Air Minum Intan Banjar maupun perusahaan air minum daerah lainnya.
Lebih lanjut, Murjani menyoroti peran Dewan Pengawas PTAM Bandarmasih. Ia meminta jajaran dewan pengawas lebih aktif memberikan pemikiran kritis dan masukan solutif, terutama saat perusahaan menghadapi krisis air bersih seperti sekarang.
Ia juga menekankan pentingnya Pemkot Banjarmasin memberikan target yang jelas dan terukur kepada jajaran direksi serta pejabat PTAM terkait penyelesaian masalah ini.
“Kalau perencanaannya baik, terukur, dan dievaluasi berulang, kendala di lapangan pasti dapat diantisipasi,” tegasnya.
Di akhir penjelasannya, Murjani berharap Wali Kota Banjarmasin segera mengambil langkah tegas dan strategis agar persoalan krisis air bersih ini tidak kembali berulang di tahun-tahun mendatang.






