Rektor Terpilih ULM Dorong PTAM Bandarmasih Libatkan Perguruan Tinggi Atasi Intrusi Air Laut

Teks foto : Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terpilih periode 2026–2030, Dr. dr. Iwan Aflanie, M.Kes., Sp.F. (Foto: Ist)

Rektor ULM terpilih Dr. Iwan Aflanie mendorong PTAM Bandarmasih melibatkan perguruan tinggi dan mengkaji teknologi desalinisasi guna atasi intrusi air laut.

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Rektor terpilih Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026–2030, Dr. dr. Iwan Aflanie, M.Kes., Sp.F., mendorong PTAM Bandarmasih melibatkan perguruan tinggi dalam mengatasi persoalan intrusi air laut. Menurutnya, kolaborasi dengan akademisi negeri maupun swasta sangat penting untuk mengkaji masalah tahunan yang selalu berulang setiap musim kemarau tersebut.

Bacaan Lainnya

 

Iwan menegaskan bahwa persoalan kualitas air baku tidak bisa diselesaikan oleh PTAM sendiri. Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan wajib turun tangan melalui langkah strategis, seperti penghijauan, perlindungan daerah resapan air, dan penyusunan kebijakan jangka panjang.

 

Terkait rencana pembangunan embung senilai Rp300 miliar, Iwan mengingatkan agar proyek tersebut dipersiapkan dengan matang. Ia menekankan pentingnya kajian teknis komprehensif, perencanaan matang, dan kepastian aspek hukum guna mencegah munculnya masalah di kemudian hari.

 

“Selain embung, pemerintah juga perlu mempertimbangkan opsi teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar (desalinisasi). Efektivitas dan perbandingan biaya antara kedua opsi tersebut harus dikaji secara mendalam,” ujar Iwan.

 

Di sisi lain, Iwan juga menyoroti nasib sekitar 500 ribu jiwa pelanggan yang terdampak penurunan kualitas air. Menurutnya, pemberian kompensasi kepada pelanggan sangat wajar dipertimbangkan sebagai wujud perlindungan konsumen.

 

Ia menyarankan PTAM Bandarmasih untuk melakukan studi banding terhadap kebijakan PTAM Intan Banjar yang telah memberikan potongan atau kompensasi sebesar 50 persen kepada pelanggannya.

 

Pada akhir penyataannya, Iwan berharap Wali Kota Banjarmasin dan jajaran manajemen PTAM Bandarmasih dapat mengambil keputusan secara bijak, termasuk segera memberikan solusi jangka pendek bagi masyarakat yang terdampak.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *