Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Anggota Komisi III sekaligus Penasihat Fraksi PKS DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Ardiansyah, S.Hut, mendorong PT PLN (Persero) untuk lebih optimal dalam mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT). Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan energi di wilayah Bumi Lambung Mangkurat.
Ardiansyah menilai salah satu potensi lokal yang sangat layak dimanfaatkan adalah Bendungan Tapin. Bendungan tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Pemanfaatan potensi air ini diyakini mampu menambah pasokan listrik daerah, sekaligus mendukung percepatan program transisi menuju energi bersih.
“Bendungan Tapin memiliki potensi yang cukup besar untuk mendukung kebutuhan energi listrik di Kalimantan Selatan. Ini perlu dimaksimalkan sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Selain mengandalkan pembangkit tenaga air, legislator dari PKS ini juga memandang pengembangan energi surya memerlukan perhatian yang lebih serius dari pihak PLN.
Ia meminta PLN memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat yang berkomitmen memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Kemudahan tersebut terutama dalam proses perizinan serta integrasi sistem dengan jaringan listrik milik PLN.
Bagi Ardiansyah, tingginya minat masyarakat terhadap pemanfaatan energi surya harus segera direspons dengan kebijakan yang suportif. Dengan demikian, penggunaan energi bersih berbasis komunitas dapat berkembang secara lebih luas dan masif.
Ia menegaskan bahwa optimalisasi berbagai sumber energi terbarukan merupakan langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Hal ini sekaligus menjadi pilar utama dalam memperkuat ketahanan energi di daerah.
Dirinya berharap PLN dapat bergerak cepat memanfaatkan potensi tenaga air maupun tenaga surya secara maksimal. Kolaborasi erat dari seluruh pihak diharapkan mampu mempercepat tercapainya target bauran energi nasional.






