BKKBN Kalsel dan Disdik Balangan Salurkan Bantuan Makan Bergizi Gratis 3B untuk Cegah Stunting

Teks foto : Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Balangan, Kamis (10/9/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran guna mencegah stunting sejak dini. (Foto: Ist)

BKKBN Kalsel bersama Disdik Balangan menyalurkan bantuan MBG 3B bagi ibu hamil, busui, dan balita non-PAUD untuk cegah stunting.

Paringin, wartaberitaindonesia.com –

Bacaan Lainnya

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan menyalurkan bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Kabupaten Balangan pada Kamis, 10 September 2026. Dalam aksi ini, BKKBN berkolaborasi aktif dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan dan para penyuluh Keluarga Berencana (KB) setempat.

Program MBG 3B tersebut menyasar tiga kelompok rentan di masyarakat. Kelompok target meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita yang belum menempuh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Langkah strategis ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menekan angka stunting sejak dini di wilayah tersebut.

Kolaborasi lintas sektor ini mengedepankan prinsip by name by address dalam pendistribusiannya. Melalui sistem ini, petugas memastikan bantuan jatuh ke tangan keluarga yang benar-benar membutuhkan. Fokus utama penyaluran menyasar keluarga yang berada dalam periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Para ahli menilai periode 1.000 HPK sebagai masa paling krusial dalam pertumbuhan anak. Oleh karena itu, pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun menjadi kunci utama pencegahan stunting. Intervensi yang tepat pada masa ini akan menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan.

Dalam pelaksanaannya, petugas dan penyuluh KB di lapangan tidak sekadar membagikan paket makanan gratis. Mereka juga memberikan pendampingan langsung secara intensif kepada keluarga penerima manfaat. Momentum ini sekaligus menjadi sarana efektif untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi ibu dan anak.

Melalui sinergi yang kuat antara BKKBN, Dinas Pendidikan, dan penyuluh KB, intervensi gizi ini diharapkan bisa terus meluas. Pemerintah daerah berkomitmen menjangkau kelompok sasaran secara optimal. Target akhirnya adalah membangun generasi baru Kabupaten Balangan yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *