Distribusi Air Asin PTAM Bandarmasih Bebani Warga dan Pelaku UMKM

Teks Foto : Praktisi Ekonomi, H. Rusmataji. (Foto: Ist)

Praktisi Ekonomi H. Rusmataji menilai pasokan air asin PTAM Bandarmasih menambah beban ekonomi warga dan pelaku UMKM di Banjarmasin.

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com –

Bacaan Lainnya

PTAM Bandarmasih menyalurkan air bersih yang berasa asin kepada pelanggan di wilayah Banjarmasin Barat, sebagian kawasan tengah, dan utara. Kondisi tersebut kian menambah beban hidup masyarakat secara signifikan.

Praktisi Ekonomi, H. Rusmataji, S.E., M.A.P., menilai situasi ini sangat merugikan pelanggan. Di satu sisi, masyarakat tetap wajib membayar tagihan bulanan secara penuh. Namun, di sisi lain, mereka tidak dapat menggunakan air tersebut secara optimal untuk kebutuhan sehari-hari.

Pelanggan terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air yang layak, selain wajib membayar rekening tagihan. Menurut Rusmataji, kondisi ini jelas-jelas merugikan masyarakat luas.

Ia berpendapat bahwa manajemen tidak boleh menjadikan fenomena intrusi air laut sebagai alasan pembenar. PTAM Bandarmasih harus tetap menjaga kualitas pelayanan kepada publik. Rusmataji menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak konstitusional untuk memperoleh layanan air bersih sesuai standar.

Pelanggan hanya menuntut pelayanan prima dari perusahaan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas mutu layanan. Melihat dampak yang meluas, Rusmataji mendesak kepala daerah untuk segera turun ke lapangan. Kepala daerah perlu meninjau langsung kondisi riil warga saat ini.

Pemerintah daerah harus cepat mengambil sikap dan menghadirkan solusi konkret. Langkah cepat ini penting agar persoalan air asin tidak berlarut-larut.

Terlebih lagi, warga dan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus merogoh kocek lebih dalam. Mereka terpaksa membeli air kemasan galon maupun air isi ulang demi memenuhi kebutuhan operasional dan domestik.

Situasi ekonomi saat ini belum sepenuhnya membaik. Oleh karena itu, jangan sampai perusahaan kembali mempersulit warga hanya untuk mendapatkan akses air yang layak.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *