Polres Gunung Mas Amankan Ibadah Kenaikan Yesus Kristus di Sembilan Kecamatan

Teks foto : Personel Polres Gunung Mas menjaga keamanan ibadah peringatan Kenaikan Yesus Kristus di beberapa gereja di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Kamis (14/5/2026). Pengamanan dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada jemaat selama beribadah. (Ist)(kalselpos.com)

Kuala Kurun,

wartaberitaindonesia.com – Ribuan umat Kristiani di Kabupaten Gunung Mas melaksanakan ibadah peringatan Kenaikan Yesus Kristus dengan aman dan khidmat, Kamis (14/5/2026). Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas memberikan pengamanan maksimal guna menjamin kenyamanan dan kelancaran seluruh jemaat selama beribadah.

Bacaan Lainnya

 

Pengamanan ketat namun humanis ini tersebar merata di sembilan kecamatan, mulai dari Kecamatan Kurun hingga Manuhing. Personel kepolisian bersiaga di depan gerbang gereja sejak pukul 07.00 WIB untuk menyapa jemaat sekaligus mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi ibadah.

 

Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H., melalui Kabag Ops AKP Nurheriyanto Hidayat, S.H., M.Si., menyatakan bahwa pengerahan personel ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin kebebasan beribadah. Pihaknya memastikan setiap sudut rumah ibadah telah melalui sterilisasi ringan sebelum jemaat masuk.

 

“Kami memastikan seluruh rangkaian ibadah Kenaikan Yesus Kristus tahun 2026 di Gunung Mas berjalan tanpa kendala. Sesuai instruksi Bapak Kapolres, fokus kami adalah memberikan rasa aman sehingga jemaat bisa beribadah dengan tenang dan penuh sukacita,” ujar AKP Nurheriyanto Hidayat.

 

Di Kecamatan Kurun selaku ibu kota kabupaten, pengamanan difokuskan pada sejumlah gereja besar, seperti GKE Estomihi, GKE Sion, dan Gereja Katolik Santo Arnoldus Janssen. Khusus di Gereja Katolik yang dihadiri sekitar 250 jemaat, sinergi TNI-Polri terlihat solid melalui kolaborasi personel dalam menjaga area tempat ibadah.

 

Kabag Ops menambahkan bahwa antusiasme jemaat tahun ini cukup tinggi. Di wilayah Tewah, terpantau enam gereja, termasuk GKE Batang Pambelum dan GBI Tewah, melaksanakan ibadah secara serentak dengan penjagaan ketat dari personel polsek setempat.

 

“Hingga laporan terakhir masuk, seluruh kegiatan di wilayah hukum kami terpantau aman kondusif. Tidak ada gangguan sekecil apa pun. Hal ini membuktikan bahwa toleransi antarumat beragama di Kabupaten Gunung Mas sangat kuat,” lanjut AKP Nurheriyanto Hidayat.

 

Selain pengamanan di lokasi, polisi melakukan patroli dialogis di permukiman warga. Langkah ini bertujuan untuk memastikan keamanan lingkungan selama rumah ditinggalkan jemaat ke gereja. Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari tokoh agama setempat.

 

Kegiatan ibadah yang berlangsung hingga pukul 10.00 WIB ini berjalan tertib, termasuk di wilayah luar seperti Kecamatan Manuhing dan Rungan Barat. Di GKE Bukit Sion Manuhing, alur keluar-masuk kendaraan tetap teratur berkat arahan dari enam personel pengamanan yang bersiaga.

 

Polres Gunung Mas berkomitmen untuk terus mempertahankan situasi kondusif ini pada setiap momentum hari besar keagamaan demi menjaga harmoni dan kedamaian masyarakat di Kalimantan Tengah.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *