Banjarmasin,
wartaberitaindonesia.com – Menyikapi kebocoran pipa distribusi transfer HDPE diameter 800 mm milik PT. AM Bandarmasih,
pemerhati kebijakan publik, Dr H Ahmad Murjani, Mkes, SH. MH meminta perlu dilakukan pengecekan baik penyebab maupun kualitasnya serta umur pipanya.
“Masyarakat perlu mengetahuinya karena ini amanah undang-undang keterbukaan informasi publik, semua itu juga dilihat dari Undang-Undang Konsumen maupum aturan lainnya,” kata Ahmad Murjani kepada wartaberitaindonesia.com, Kamis (2/3) di Banjarmasin.
ia juga merasa heran terhadap pihak managemen PT. AM Bandarmasih yang tidak menjelaskan berapa lama waktu yang diperlukan selama maintenance perbaikan pipa jebol tersebut.
“Masyarakat sebagai pelanggan berhak mendapatkan informasi itu,” tegasnya.
Menurutnya dalam situasi seperti ini yang perlu di lakukan managemen PT. AM adalah pendistribusian air dengan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan mendesak minimal bagi masyarakat terdampak langsung atau kran di titik mana bisa
diperbolehkan masyarakat bisa mengambil airnya.
“Pelanggan harus ditenangkan dulu dari kecemasan sulitnya air selama pekerjaan perbaikan berlangsung artinya kebutuhan air bisa teratasi untuk jangka pendek,” harapnya.
Problem kebocoran pipa saat ini menurutnya tetap harus dilakukan audit secara teknis, misalnya saja apakah pipa bocor itu telah memenuhi standart yang direkomendasikan baik dari segi kualitas, garansi, maupun jaminan kekuatan waktu pemakaian karena histori bisa dilihat dari kontrak kontraktor pemenang lelang pekerjaan pemasangan pipa tersebut.
Disamping itu terkait kepuasan pelayanan kepada pelanggan tentu PT. AM karena sudah BLUD maka seyogyanya memberikan kompensasi berupa keringan tagihan, misalnya konversi
kepembayaran tagihan bulanan ke bulan depan, artinya jangan ambil sisi profit keuntungan saja, sementara ratusan ribu pelanggan merugi.
“Misal kebijakan pengurangan tagihan bagi yang terdampak, kan semua pelanggan akhirnya beli mandiri mengeluarkan uang untuk dapat air
dimaksud. Saat ini harapan pelanggan tentu pekerjaan perbaikan cepat teratasi,”
ujarnya.
Selanjutnya manajemen PT. AM disarankannya sudah punya master plan titik-titik mana yang rawan kebocoran atau pipa yang sudah lama, sehingga bisa diantisifasi sebelum terulang.
“Masalah seperti sekarang ini jadikan pembelajaran untuk ke depannya,” tukasnya.






