Pohuwato, wartaberitaindonesia.com – Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato di bawah kepemimpinan, AKBP Busroni, mencatatkan peningkatan signifikan dalam penegakan hukum terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Melalui serangkaian operasi taktis, kepolisian berhasil melumpuhkan ekosistem tambang ilegal, mulai dari penyitaan alat berat hingga pemutusan jalur distribusi bahan bakar.
Puncak penindakan terjadi dalam operasi intensif selama enam hari, pada 5 hingga 10 Januari 2026. Tim gabungan menyisir berbagai titik rawan di wilayah hukum Pohuwato yang selama ini menjadi pusat aktivitas tambang liar.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti meliputi 13 unit ekskavator dari berbagai merek, puluhan mesin alkon dan generator, serta ratusan perlengkapan tambang pendukung lainnya.
Selain penindakan di lokasi, Polres Pohuwato juga fokus pada sektor hilir, yakni penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang menjadi nyawa operasional alat berat. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, kepolisian mengungkap empat kasus penyalahgunaan BBM dengan barang bukti ratusan jerigen solar.
Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk penindakan tuntas dari hulu hingga ke meja hijau. “Ini adalah sinyal kuat bahwa praktik tambang ilegal tidak akan ditoleransi,” ujarnya.
Saat ini, sejumlah perkara telah memasuki tahap peradilan dan beberapa tersangka telah menerima vonis hakim. Sebagai upaya mengembalikan kerugian negara, alat berat yang telah berstatus hukum tetap (inkracht) kini mulai diproses melalui lelang resmi.
Meski menghadapi kendala medan yang sulit dan risiko kebocoran informasi, Polres Pohuwato kini menerapkan strategi baru yang lebih fleksibel, di antaranya:
1. Operasi Senyap: Pergerakan personel secara mendadak guna meminimalkan kebocoran informasi.
2. Pemetaan Intelijen: Penentuan target operasi berdasarkan koordinat yang akurat.
3. Pendekatan Ekosistem: Menindak seluruh elemen pendukung, termasuk penyedia alat berat dan pemasok bahan bakar.
Upaya tegas ini mulai membuahkan hasil nyata bagi lingkungan. Masyarakat melaporkan adanya perbaikan kualitas air sungai serta berkurangnya polusi suara di sekitar pemukiman. Penertiban ini diharapkan mampu memulihkan fungsi lingkungan hidup sekaligus memberikan rasa aman bagi warga terdampak di Kabupaten Pohuwato.






