Kandangan, wartaberitaindonesia.com- Memastikan pelaksanaan proyek pembangunan pintu gerbang dan pagar Islamic Center, dan kantor bupati baru berjalan sesuai dengan kontrak dan tepat waktu, Komisi III, DPRD Hulu Sungai Selatan (HSS) sidak, Senin (30/12/2024).
Pembangunan pintu gerbang dan pagar Islamic Center sepanjang 329 meter tersebut menelan anggaran sekitar Rp8,5 miliar, sementara pembangunan gedung kantor bupati baru sekitar Rp94 miliar lebih.
Ketua Komisi III, DPRD Kabupaten HSS Yuniati mengatakan, melihat langsung hasil sidak pembangunan pintu gerbang dan pagar Islamic Center sudah cukup baik sesauai dengan perencanaan.
Sementara pembangunan kantor bupati baru pembangunannya sudah bagus, baik dari segi bangunan, penanganan yang menggunakan struktur baja.
Dikatakan Yuniati, pembangunan kantor bupati baru tahap dua tahun 2025 sebesar Rp100 miliar, diharapkan dapat memberikan kebaikan buat Kabupaten HSS.
“Kalau memang untuk kebaikan bagi Kabupaten HSS kenapa harus menghalang-halangi, apalagi pelaksanaan tahap pertama dilaksanakan dengan baik,” ujar Yuniati.
“Semoga ke depan Kabupaten HSS menjadi kawasan yang smart, indah, sehingga orang luar semakin tertarik untuk berkunjung ke Bumi Rakat Mufakat,” ucap Yuniati
Wakil Ketua Komisi III, DPRD HSS Yusperi mengatakan, sidak pembangunan tahap pertama kantor bupati baru dilakukan untuk memastikan struktur bangunannya bagus atau tidak.
“Setelah melihat langsung, stukrutnya memang bagus dan kuat. Kami harap, pembangunan tahap selanjutnya lebih bagus lagi, karena kantor bupati baru ini akan menjadi ikon Kabupaten HSS,” ujar Yusperi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten HSS Tedy Soetedjo mengatakan, pembangunan kantor bupati baru nanti mengadopsi rumah Banjar, untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal.
“Pembangunan kantor bupati pada 2025 membangun dinding, rangka atap, atap, hingga ruangan-ruangan.
Untuk jalur masuk kantor bupati baru, direncanakan akan membuat simpang empat dari Tugu Bundaran Hari Jadi di Desa Hamalau, Kecamatan Sungai Raya.
“Rencana pembangunan jalur masuk ini prosesnya masih perencanaan dan pembebasan lahan,” jelas Tedy.






