Solar Subsidi Melonjak Hingga Rp19.000, DPRD Kalsel Soroti Distribusi

Teks foto : Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan, H. Kartoyo. (Ist)

BANJARMASIN, wartaberitaindonesia.com

– Harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis biosolar di tingkat pengecer di Banjarmasin melonjak drastis hingga Rp19.000 per liter. Angka ini jauh di atas harga resmi pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp6.800 per liter.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut menuai sorotan tajam, terutama terhadap kinerja PT Pertamina (Persero) dalam mengawasi distribusi BBM subsidi. Pasalnya, hingga saat ini tidak ada kebijakan dari Prabowo Subianto terkait kenaikan harga biosolar.

 

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan, H. Kartoyo, menilai lonjakan harga tersebut mencerminkan adanya kegagalan pengawasan. Ia menegaskan selisih harga yang mencapai 50 hingga 60 persen sangat membebani masyarakat.

 

“Kalau di tingkat pengecer sudah Rp19.000 per liter, berarti ada yang tidak beres dalam distribusi,” ujarnya, Senin (04/05/2026).

 

Menurutnya, kondisi ini berdampak luas, khususnya pada sektor logistik. Kenaikan biaya transportasi turut memicu naiknya harga kebutuhan pokok di pasaran.

Kartoyo mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi BBM subsidi dari SPBU hingga pengecer. Ia juga meminta semua pihak memastikan kebijakan pemerintah berjalan tepat sasaran agar tidak merugikan masyarakat luas.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *