Tekan Kasus Campak, Puskesmas Batumandi Gelar Lokakarya Lintas Sektor

Teks foto : Puskesmas Batumandi menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor dan Konsultasi Publik di Aula Kantor Kecamatan Batumandi, Rabu (13/5). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat dan menekan penyebaran penyakit campak. (Ist)

Paringin, wartaberitaindonesia.com – UPTD Puskesmas Batumandi memperkuat sinergi lintas sektor guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan sekaligus menekan penyebaran penyakit campak.

 

Langkah ini diwujudkan melalui Lokakarya Mini Lintas Sektor dan Konsultasi Publik di Aula Kantor Kecamatan Batumandi pada Rabu (13/5/2026). Agenda tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimcam, kepala desa, pihak sekolah, kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat.

 

Kepala UPTD Puskesmas Batumandi, Nurul Bahriah, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah koordinasi sekaligus sarana menyerap aspirasi warga. Saat ini, Puskesmas Batumandi mengelola 17 jenis pelayanan utama dan sekitar 30 program kesehatan tahunan.

 

“Kami berharap melalui konsultasi publik ini, pelayanan Puskesmas Batumandi semakin baik dan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” ujar Nurul.

 

Pelayanan yang terus ditingkatkan meliputi kesehatan umum, IGD 24 jam, rawat inap, kesehatan gigi dan mulut, KIA/KB, imunisasi, kesehatan remaja, kesehatan jiwa, laboratorium, farmasi, hingga promosi kesehatan. Dalam forum tersebut, masyarakat juga diberikan ruang menyampaikan kritik dan saran sebagai bahan evaluasi mutu.

 

Selain layanan dasar, Puskesmas Batumandi menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor untuk meningkatkan cakupan imunisasi anak. Perhatian khusus juga diberikan pada pasien kesehatan jiwa. Puskesmas meminta dukungan penuh keluarga agar pasien tidak putus obat.

 

Sementara itu, Camat Batumandi, Akhmad Hairani, mengajak seluruh pihak bergerak cepat dalam menekan penyebaran penyakit campak di wilayahnya. Menurutnya, campak berpotensi memicu komplikasi serius pada anak jika tidak ditangani dengan tepat.

 

“Diperlukan langkah cepat, tepat, dan terpadu dari seluruh unsur lintas sektor maupun pemerintah kecamatan untuk mencegah penyebaran penyakit ini,” tegas Akhmad.

 

Ia mengimbau kepala desa, tenaga kesehatan, guru, dan tokoh masyarakat untuk masif memberikan edukasi mengenai pentingnya imunisasi serta pemeliharaan kesehatan anak. Melalui penguatan koordinasi ini, pelayanan kesehatan di Kecamatan Batumandi diharapkan berjalan lebih optimal.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *