Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel Habib Hamid Bahasyim meminta warga meningkatkan kewaspadaan terkait maraknya kebakaran permukiman.
Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Meningkatnya intensitas kebakaran permukiman di Kota Banjarmasin selama musim kemarau memicu perhatian serius dari DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel dari Fraksi PKS, Habib Hamid Bahasyim, mengimbau masyarakat untuk melipatgandakan kewaspadaan guna mencegah potensi kerugian besar.
Menurut Habib Hamid, cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Kalsel dalam beberapa pekan terakhir memicu lonjakan risiko kebakaran. Ancaman tersebut mengintai kawasan padat penduduk maupun sektor kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Jangan meninggalkan kompor menyala, periksa instalasi listrik secara berkala, dan segera laporkan jika muncul titik api agar dapat ditangani lebih cepat,” ujar Habib Hamid, baru-baru ini.
Masyarakat pun diminta lebih berhati-hati saat menggunakan kompor, mengoperasikan peralatan listrik, maupun melakukan aktivitas lain yang memicu percikan api.
Selain edukasi warga, legislator PKS ini mendesak pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi strategis. Ia meminta BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, relawan, dan seluruh elemen masyarakat bersinergi memperketat langkah pencegahan, mitigasi, serta kesiapsiagaan darurat.
Kondisi ini kian mengkhawatirkan seiring munculnya kabut asap yang mulai menyelimuti beberapa wilayah di Kalimantan Selatan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran lahan telah menghanguskan kawasan Cempaka dan Liang Anggang di Banjarbaru sejak awal Juli 2026.
Merespons situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kini resmi menetapkan status siaga darurat karhutla. Pemprov juga memperluas pemantauan titik panas (hotspot), di mana sebaran terbanyak saat ini terdeteksi di Kabupaten Tapin dan Kabupaten Balangan.






