Anggota DPRD Kalsel Firman Yusi mendesak perlindungan bagi peternak ayam petelur lokal dari gempuran pasokan telur luar daerah yang berharga.
Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Firman Yusi, meminta Pemerintah Provinsi Kalsel segera mengambil langkah nyata untuk melindungi peternak ayam petelur lokal. Pasalnya, saat ini peternak lokal tengah tertekan akibat membanjirnya pasokan telur dari luar daerah dengan harga yang jauh lebih murah.
Permintaan tersebut disampaikan Firman dalam Rapat Kerja Komisi II DPRD Kalsel bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel. Rapat tersebut mengendakan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, kondisi tersebut membuat hasil produksi peternak lokal semakin sulit bersaing di pasaran. Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah hadir melalui kebijakan yang berpihak agar usaha peternakan unggas daerah tetap bertahan dan berkembang.
“Pemprov Kalimantan Selatan tidak boleh membiarkan peternak ayam petelur berjuang sendiri. Mereka membutuhkan dukungan agar mampu bersaing secara sehat,” ujar Firman.
Ia menjelaskan, tingginya biaya produksi menjadi penyebab utama rendahnya daya saing peternak lokal. Terlebih, harga pakan ternak saat ini masih sangat bergantung pada pasokan luar daerah.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Firman mendorong pemerintah melakukan empat langkah strategis:
Mengembangkan industri pakan berbasis bahan baku lokal.
Memberikan insentif khusus kepada para peternak.
Memperkuat jalur distribusi penyerapan produk.
Meningkatkan kualitas kelembagaan kelompok peternak.
Selain itu, Firman juga meminta pemprov memperkuat pengawasan terhadap arus masuk telur dari luar daerah tanpa menghambat perdagangan antarwilayah. Menurutnya, regulasi ini penting demi menciptakan iklim persaingan yang sehat di pasar.
Ia berharap pembahasan KUA-PPAS 2027 ini dapat menghasilkan program kerja dan alokasi anggaran yang konkret. Hal tersebut bertujuan untuk memperkuat sektor peternakan unggas sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.






