Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel Habib Hamid Bahasyim mendesak mitigasi karhutla usai 16 titik panas terdeteksi di Kabupaten Tanah Laut.
Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Fraksi PKS, Habib Hamid Bahasyim, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran permukiman serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan ini menyusul peningkatan suhu udara yang signifikan selama musim kemarau.
Menurut Habib Hamid, cuaca panas yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir memicu tingginya risiko kebakaran. Oleh karena itu, ia meminta warga lebih berhati-hati saat menggunakan kompor, memeriksa instalasi listrik, dan melakukan aktivitas lain yang memicu api.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Jangan meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, periksa instalasi listrik secara berkala, dan segera laporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani lebih cepat,” ujar Habib Hamid, Kamis (16/7/2026).
Berdasarkan data terbaru, Kabupaten Tanah Laut saat ini menjadi daerah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Kalsel. Dari total 41 titik panas yang terdeteksi di tingkat provinsi, sebanyak 16 titik berada di wilayah tersebut.
Kecamatan Panyipatan tercatat sebagai kawasan dengan hotspot terbanyak. Selain itu, sejumlah daerah rawan lain yang kini diwaspadai antara lain Pengayuan, Bati-Bati, Banua Raya, Gunung Raja, hingga Tambang Ulang.
Menyikapi kondisi ini, Habib Hamid meminta pemerintah daerah bersama BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, dan relawan untuk memperkuat langkah pencegahan serta mitigasi agar kebakaran tidak meluas.
Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama. Langkah tegas ini sangat penting agar Kalimantan Selatan terhindar dari bencana kabut asap parah seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.






