DPRD Kalsel berkoordinasi dengan Kementan RI untuk mengawal program pengembangan kawasan perkebunan kelapa seluas 1.100 hektare di Kalsel.
Jakarta, wartaberitaindonesia.com –
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel H. Kartoyo memboyong Komisi II berkonsultasi ke Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan RI di Jakarta. Rombongan dewan menggelar pertemuan strategis tersebut pada periode 22–24 Juli 2026. Selanjutnya, pimpinan dewan bersama perwakilan Pemkab Tanah Bumbu mengawal alokasi program pengembangan kawasan kelapa daerah. Pihak Kementerian Pertanian mengalokasikan bantuan pengembangan kelapa seluas 1.100 hektare untuk wilayah Kalimantan Selatan. Pemerintah membagi porsi lahan tersebut ke Kabupaten Barito Kuala seluas 600 hektare dan Kabupaten Tanah Bumbu seluas 500 hektare. Oleh karena itu, Kementan menjadwalkan penyaluran benih unggul beserta pupuk organik secara bertahap mulai Agustus mendatang. Hasilnya, koordinasi ketat ini memastikan kesiapan lokasi serta calon petani penerima bantuan secara tepat target.
Sementara itu, pihak kementerian mengucurkan stimulus berupa biaya persiapan lahan serta pembuatan lubang tanam sebesar Rp101.500 per Hari Orang Kerja. Pengelola pusat menyalurkan bantuan 110 batang benih dan 330 kilogram pupuk organik untuk setiap hektare lahan. Selain itu, Kementan menegaskan arah kebijakan baru yang berfokus pada peremajaan tanaman tua serta penguatan hilirisasi produk. Langkah ini sangat krusial guna mendongkrak produktivitas kelapa nasional yang cenderung stagnan selama satu dekade terakhir. Pihak legislatif berkomitmen mengawal ketat seluruh proses distribusi logistik perkebunan di tingkat daerah. Pada akhirnya, program strategis ini akan memantik pertumbuhan industri hilir berbasis kelapa yang bernilai tinggi. Di sisi lain, dewan daerah terus mendorong diversifikasi ekonomi warga berbasis sektor perkebunan.






