Disdikbud Kalsel menggelar rakor bersama Ditjen Otda Kemendagri untuk membahas kenaikan tipologi UPTD Museum Lambung Mangkurat.
Banjarbaru, wartaberitaindonesia.com –
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memperkuat kelembagaan UPTD Museum Lambung Mangkurat. Oleh karena itu, mereka menggelar rapat koordinasi kenaikan tipologi bersama Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) Kementerian Dalam Negeri RI, Kamis (20/8/2026). Langkah strategis ini fokus membahas sejumlah aspek teknis penting untuk memenuhi syarat pengusulan. Rangkaian pembahasan meliputi pemenuhan parameter kelembagaan, analisis tata kelola, hingga pemantapan dokumen administrasi.
Pemerintah daerah menganggap penguatan kelembagaan ini sangat krusial untuk mendongkrak kapasitas pengelolaan museum. Selanjutnya, program ini akan memaksimalkan fungsi museum sebagai pusat edukasi, pelestarian sejarah, dan kebudayaan Banua. Di samping sebagai pusat sejarah, pemerintah memproyeksikan museum ini menjadi lokus strategis pendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pengelola akan mencapai target tersebut melalui pengembangan layanan eduwisata dan peningkatan kunjungan wisatawan nasional maupun mancanegara.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Eddy, berharap seluruh tahapan penyesuaian tipologi ini dapat berjalan lancar. Menurutnya, peningkatan status kelembagaan akan berbanding lurus dengan kualitas pelayanan publik di lapangan. Bahkan, perubahan status ini dapat memicu pengelola untuk menyajikan inovasi baru bagi pengunjung. Akhirnya, langkah responsif Pemprov Kalsel ini menjadi bukti nyata komitmen kuat dalam menata sektor kebudayaan. Dengan demikian, Museum Lambung Mangkurat mampu melestarikan warisan sejarah sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional.






