Pembangunan Jembatan Jafri Zam-Zam 2 Banjarmasin mencapai 30 persen. DPRD mengingatkan pentingnya kenyamanan oprit bagi warga.
Banjarmasin,
Pembangunan Jembatan Jafri Zam-Zam 2 menunjukkan tren positif karena realisasi fisik proyek telah mencapai 30 persen. Capaian ini melampaui target berkala sebesar 25 persen.
Pimpinan DPRD dan jajaran Komisi III DPRD Kota Banjarmasin meninjau langsung capaian tersebut di lapangan. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, baik dari sisi waktu, mutu, maupun asas manfaat bagi masyarakat.
Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri mengapresiasi deviasi positif sebesar lima persen dari jadwal kerja tersebut. Meskipun demikian, ia mengingatkan kontraktor pelaksana agar tidak sekadar mengejar percepatan durasi proyek.
“Hari ini kita meninjau Jembatan Jafri Zam-Zam. Progresnya cukup baik karena ada kelebihan lima persen dari target. Namun, jangan sampai proyek mengganggu aktivitas warga sekitar, terlebih lokasi proyek berdampingan dengan tempat ibadah. Koordinasi harus berjalan baik,” ujar Rikval.
Politisi ini berharap pekerja dapat mempertahankan ritme kerja tersebut. Jika target rampung pada Desember mendatang tercapai, infrastruktur ini bisa segera mengurai mobilitas warga Banjarmasin.
Senada dengan itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin M Ridho Akbar menekankan pentingnya menjaga kualitas konstruksi di tengah percepatan fisik. Berdasarkan laporan konsultan perencana dan Dinas PUPR, pekerja mengoptimalkan proyek ini agar selesai lebih cepat dari masa kontrak yang berakhir November.
Namun, Ridho memberikan catatan kritis mengenai pembangunan oprit atau akses jalan pendekat jembatan. Menurutnya, kelalaian mendesain oprit kerap memicu keluhan publik akibat elevasi yang terlalu curam.
“Kita harus antisipasi dari awal agar oprit tidak bermasalah. Jangan sampai kasus seperti di Simpang Ulin terulang kembali, saat oprit terlalu tinggi sehingga menyulitkan masyarakat. Anggaran daerah harus menghasilkan manfaat maksimal, bukan masalah baru,” tegas Ridho. Ia memastikan Komisi III akan terus mengawal proyek ini hingga rampung.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin Chandra menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan melekat dengan prinsip tepat waktu, mutu, dan sasaran.
Melihat progres saat ini, Dinas PUPR berupaya memajukan target penyelesaian. “Semula kami menargetkan awal Desember, tetapi sekarang kami upayakan ditarik ke akhir November agar warga bisa segera memanfaatkannya,” kata Chandra.
Terkait kekhawatiran legislatif mengenai akses jembatan, Chandra menjamin aspek teknis oprit telah melalui perhitungan matang. “Kami mengakomodasi masukan tersebut. Tim dari awal memang sudah membuat desain oprit yang landai demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya.






