Anggota DPRD Kalsel H Jahrian mendesak pemerintah daerah menyiapkan sarana pemadam permanen di titik rawan karhutla guna mencegah kebakaran berulang.
Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com –
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan, H Jahrian, mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan sarana pemadam permanen. Langkah strategis ini sangat mendesak guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang setiap musim kemarau.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh hanya bersifat reaktif atau baru bergerak setelah api muncul. Sebaliknya, pemerintah harus proaktif memetakan titik rawan sekaligus menempatkan peralatan pemadam sebelum kemarau tiba.
Jahrian menyarankan pemerintah agar menyiapkan mesin bor berkapasitas enam inci dan mesin penyedot air di lokasi yang biasa terbakar. Ia mengusulkan agar peralatan tersebut berada secara permanen di lokasi rawan.
Untuk pengelolaannya, pemerintah dapat melibatkan pihak desa melalui sistem petugas piket bergiliran yang mendapat dukungan anggaran daerah. Selain peralatan pemadam, politisi Kalsel ini juga menyarankan pembangunan lumbung-lumbung air di titik strategis sebagai pos pasokan air cepat.
Upaya pencegahan sejak dini ini jauh lebih efisien secara anggaran daripada melakukan pemadaman saat api sudah meluas. Berdasarkan pemetaannya, Jahrian memperkirakan ada sekitar 15 titik yang masuk kategori sangat rawan karhutla di Kalsel, dari total keseluruhan sekitar 40 lokasi rawan.
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah segera melakukan pemetaan koordinat yang akurat. Pemerintah harus merealisasikan penyediaan sarana pemadaman tersebut sebelum musim kemarau berikutnya datang.






