Air Hanya Layak MCK, PTAM Bandarmasih Diminta Beri Kompensasi ke Konsumen

Teks foto : Ketua YLK Kalsel, Dr. Akhmad Murjani. (Foto: Ist)

YLK Kalsel mendesak PTAM Bandarmasih memberikan kompensasi pengurangan tagihan akibat penurunan kualitas air bersih yang dilarang untuk dikonsumsi.

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalimantan Selatan mendesak PTAM Bandarmasih memberikan kompensasi kepada pelanggan akibat memburuknya kualitas distribusi air bersih.

Bacaan Lainnya

 

Desakan ini menyusul adanya kebijakan perusahaan yang membatasi penggunaan air hanya untuk keperluan Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK), serta melarangnya untuk dikonsumsi.

 

Ketua YLK Kalsel, Dr. Akhmad Murjani, menyatakan bahwa pembatasan tersebut secara langsung merugikan hak konsumen karena manfaat layanan yang diterima tidak sebanding dengan biaya yang dibayarkan.

 

“Karena hak konsumen berkurang, wajar konsumen diberikan kompensasi berupa pengurangan tagihan pembayaran atau penyesuaian berdasarkan kubikasi pemakaian air,” ujar Murjani, Selasa (22/9/2026).

 

3 Poin Utama Sorotan YLK Kalsel:

 

Tuntutan Kompensasi: Penyesuaian atau pemotongan nilai tagihan bulanan wajib dipertimbangkan karena terjadi penurunan kualitas dan fungsi layanan secara signifikan.

 

Evaluasi Manajemen Krisis: Musim kemarau merupakan siklus tahunan yang dapat diprediksi. PTAM Bandarmasih seharusnya sudah mengantisipasi hal ini melalui perencanaan strategis jangka pendek, menengah, hingga panjang.

 

Penguatan Edukasi Publik: PTAM diminta masif menyosialisasikan bahwa air yang mengalir saat ini berstatus nonkonsumsi (tidak untuk diminum). Edukasi harus menjangkau kawasan pelosok dengan memanfaatkan fasilitas publik, termasuk melibatkan pengurus masjid atau tempat ibadah setempat.

 

Murjani menegaskan, krisis air bersih yang terjadi saat ini harus menjadi momentum penting bagi PTAM Bandarmasih untuk melakukan reformasi pelayanan secara menyeluruh.

 

“Ini harus menjadi momentum reformasi pelayanan agar persoalan serupa tidak terus berulang di masa depan,” pungkasnya.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *