Doktor Baru ULM Gagas Model Pendidikan Berasrama Berbasis Karakter

Teks Foto:  Koordinator S3 Administrasi Pendidikan ULM, Prof. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D., berfoto bersama Dra. Halimatussa’diyah, M.Pd., usai pelaksanaan ujian desertasi. (Ist)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Program Studi S3 Administrasi Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali melahirkan lulusan doktor baru. Hal ini ditandai dengan suksesnya ujian disertasi terbuka yang digelar di Banjarmasin, Kamis (12/2/2026).

 

Disertasi tersebut meraih apresiasi tinggi karena dinilai memiliki kualitas akademik unggul serta menawarkan model pendidikan berasrama yang relevan dengan kebijakan pendidikan nasional saat ini.

 

Koordinator S3 Administrasi Pendidikan ULM, Prof. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D., menyatakan bahwa temuan penelitian ini memberikan kontribusi praktis yang signifikan, terutama dalam pengembangan sekolah rakyat berbasis asrama yang tengah digalakkan pemerintah.

 

“Hasil disertasi ini sangat bagus. Poin utamanya adalah lahirnya model pendidikan berasrama yang relevan untuk mencetak peserta didik cerdas sekaligus berkarakter kuat,” ujar Prof. Ahmad.

 

Meski objek penelitian dilakukan pada jenjang SMA, ia optimis model tersebut dapat diadaptasi untuk jenjang pendidikan dasar dengan sedikit modifikasi. Menurutnya, sistem asrama sangat efektif dalam membentuk fondasi karakter generasi muda sejak dini.

 

Senada dengan itu, Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd., penguji dari Universitas Negeri Malang, memuji metodologi dan substansi riset tersebut. Ia menyoroti pendekatan karakter berbasis keselamatan yang dinilai esensial dalam perkembangan global.

 

“Ini capaian luar biasa. Penelitian ini tidak hanya memperkuat teori administrasi pendidikan, tetapi juga memiliki implikasi kebijakan yang nyata dan telah dipublikasikan di jurnal ilmiah,” kata Prof. Bambang.

 

Dra. Halimatussa’diyah, M.Pd., sang promovenda, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia menjelaskan bahwa fokus penelitiannya sengaja mengangkat isu pembentukan karakter melalui sistem asrama, mulai dari tahap input, proses, hingga output.

 

“Karakter adalah persoalan kolektif. Melalui studi ini, kita melihat bagaimana peran kepemimpinan sangat sentral dalam memberdayakan tenaga pendidik untuk menjamin mutu pendidikan yang berkelanjutan,” tegasnya.

 

Dengan bertambahnya doktor baru ini, ULM diharapkan dapat terus memperkuat kontribusi akademik dalam mendukung kebijakan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia melalui model pendidikan yang inovatif.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *