Peringati HKN ke-61, RSUD Datu Kandang Haji  Gelar Operasi Katarak Gratis

Teks foto: Peringatan HKN ke-61 di Kabupaten Balangan digelar Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di RSUD Datu Kandang Haji. (Ist)

Paringin, wartaberitaindonesia.com – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025 di Kabupaten Balangan digelar Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis, yang dilaksanakan di RSUD Datu Kandang Haji dengan mengusung tema, “Satu Cahaya Berjuta Cerita”.

 

Bacaan Lainnya

Bupati Balangan H. Abdul Hadi, diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Balangan, H. Sufriannor, menghadiri langsung kegiatan tersebut.

 

Dalam sambutannya H. Sufriannor, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan sosial ini.

 

Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya mengembalikan penglihatan, tetapi juga memberikan kembali kualitas hidup bagi para pasien dan keluarganya.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Balangan, kami sangat mengapresiasi kepedulian PT Adaro Indonesia, PT Saptaindra Sejati, dan YABN. Program ini sungguh memberikan arti besar bagi masyarakat kami. Ketika cahaya kembali hadir dalam penglihatan mereka, maka harapan dan semangat hidup pun ikut kembali.” ucapnya.

 

H. Sufriannor juga berharap program seperti ini dapat terus berlanjut setiap tahun, karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama yang memiliki keterbatasan biaya.

 

“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah selalu membuka ruang kerja sama dan akan terus mendorong peningkatan pelayanan kesehatan demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

 

Program ini merupakan hasil kolaborasi PT Adaro Indonesia bersama PT Saptaindra Sejati melalui Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN), yang memberikan layanan mulai dari proses pemeriksaan, tindakan operasi, hingga pemulihan tanpa dipungut biaya sepeser pun.

 

Operasi berlangsung selama tiga hari, sejak 12 hingga 15 November 2025, dengan sasaran masyarakat Balangan yang menderita katarak.

 

Mayoritas pasien merupakan lanjut usia, namun terdapat pula peserta pada usia produktif sekitar 26 tahun, bahkan anak-anak berusia 11 tahun yang juga dibantu mendapatkan kembali penglihatan mereka.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *