Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Di tengah derasnya arus perubahan zaman yang ditandai oleh Era Masyarakat 5.0 (Society 5.0), dunia pendidikan dituntut untuk beradaptasi secara cepat dan cerdas.
Menjawab tantangan krusial ini, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar Seminar Nasional Pendidikan 2025.
Seminar yang dihelat pada Jumat, 20 Juni 2025, bertempat di Aula Pascasarjana ULM Banjarmasin ini mengusung tema, “Transformasi Pembelajaran dan Tata Kelola Sekolah: Strategi Menciptakan Sekolah Unggul dan Bermutu di Era Masyarakat 5.0”.
Seminar ini bukan sekadar pertemuan akademis biasa. Ini adalah sebuah forum intelektual yang dirancang untuk membekali para pendidik, kepala sekolah, pengambil kebijakan, dan mahasiswa calon guru dengan peta jalan yang jelas dan strategi yang aplikatif.
Atmosfer di dalam aula terasa begitu khidmat dan penuh antusiasme, dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai penjuru Kalimantan bahkan nasional, yang haus akan wawasan baru.
Titik pusat dari seminar ini adalah kehadiran tiga narasumber yang merupakan pilar keilmuan di bidang pendidikan, baik di tingkat regional maupun nasional. Ketiganya dikenal memiliki rekam jejak, pemikiran, dan karya yang tak diragukan lagi.
Para narasumber tersebut adalah 1) Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D., seorang akademisi visioner yang pemikirannya tentang manajemen dan kepemimpinan pendidikan kerap menjadi rujukan, 2) Prof. Dr. Hj. Aslamiah, M.Pd., Ph.D., pakar dalam pengembangan kurikulum dan inovasi pembelajaran yang secara konsisten mendorong modernisasi metode mengajar, dan 3) Hj. Ahmad Baihaqi, S.Pd., M.Pd., dari Dinas Pendidikan Banjarmasin sebagai seorang praktisi dan ahli yang fokus pada implementasi tata kelola sekolah yang efektif dan efisien di lapangan.
Ketua Pelaksana acara dalam sambutannya mengatakan, “Kita tidak bisa lagi hanya berbicara tentang teori. Era Society 5.0 menuntut aksi nyata. Seminar ini adalah jembatan yang menghubungkan gagasan-gagasan besar para pakar dengan praktik terbaik di ruang-ruang kelas dan kantor-kantor sekolah kita.”
Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, dalam paparannya, menekankan bahwa transformasi harus dimulai dari pola pikir para pemimpin sekolah. “Sekolah unggul tidak lahir dari gedung yang megah, tetapi dari kepemimpinan yang transformatif dan tata kelola yang adaptif. Di era 5.0, kepala sekolah harus menjadi seorang CEO—Chief Education Officer—yang mampu mengorkestrasi teknologi, sumber daya manusia, dan kurikulum secara harmonis, serta mengedepankan kejujuran,” tegasnya.
Selaras dengan itu, Prof. Dr. Hj. Aslamiah mengupas tuntas bagaimana pembelajaran harus berevolusi dari sekadar transfer pengetahuan menjadi penciptaan pengalaman belajar yang personal dan berbasis teknologi. “Pembelajaran berdiferensiasi yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) dan analisis data bukan lagi fiksi ilmiah, melainkan sebuah keniscayaan untuk melayani setiap keunikan siswa,” ujarnya.
Melengkapi dua perspektif akademis tersebut, Hj. Ahmad Baihaqi, M.Pd., menyajikan strategi konkret di tingkat manajerial. Ia membagikan kiat-kiat praktis tentang cara membangun budaya sekolah yang positif, manajemen keuangan yang transparan, dan sistem evaluasi kinerja guru yang berorientasi pada pertumbuhan.
Seminar Nasional Pendidikan 2025 yang digagas PGSD ULM ini diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya sebuah gerakan pembaharuan pendidikan di Kalimantan Selatan. Ini adalah penegasan bahwa ULM, sebagai ‘jantung’ pendidikan di Banua, tidak hanya menjadi menara gading, tetapi juga mercusuar yang menerangi jalan menuju masa depan pendidikan yang lebih cerah dan bermutu.
Sebuah langkah fundamental untuk memastikan generasi penerus kita tidak hanya siap, tetapi mampu menjadi pemimpin di Era Masyarakat 5.0.






