Banjarmasin,
wartaberitaindonesia.com – Pakar pendidikan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D., mengharapkan kurikulum pada Sekolah Rakyat idealnya memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan lokal dan berbasis keterampilan hidup.
“Jadi, selain bertujuan menghasilkan SDM berkarakter yang cerdas, Sekolah Rakyat juga harus mencetak generasi mandiri yang siap meningkatkan taraf hidup mereka di masa depan,” ucap Ahmad Suriansyah, Guru Besar ULM, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, kebijakan Sekolah Rakyat yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto patut didukung karena dinilai strategis dalam rangka memenuhi hak dasar warga negara terhadap pendidikan. Hal ini juga merupakan bukti pemerintah menjalankan amanah UUD 1945 dan UU Pendidikan Nasional.
“Meskipun demikian, jangan sampai Sekolah Rakyat berjalan hanya formalitas. Program ini perlu dikawal betul agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan mulianya, yaitu menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, diperlukan pemetaan dan identifikasi data anak-anak yang betul-betul memiliki keterbatasan akses pendidikan dan ekses ekonomi.
Hal terpenting lainnya, lanjut Ahmad, adalah kepemimpinan dan manajemen Sekolah Rakyat yang dikelola oleh para pemimpin dan guru unggul, baik dari segi keilmuan, keterampilan kependidikan, maupun karakter.
“Hal ini sangat penting dan terbukti dari berbagai kajian, sosok kepemimpinan ini merupakan faktor penentu kualitas pendidikan di sekolah,” kata Prof. Ahmad Suriansyah.
Ia mengatakan, program ini melibatkan beberapa kementerian sehingga memerlukan koordinasi kuat dan harmonis guna menghindari ego sektoral. Dengan demikian, terjadi integrasi yang kuat sebagai program strategis nasional.
“Di sinilah diperlukan manajemen dan kepemimpinan yang excellent,” ujarnya.
Terkait sistem Sekolah Rakyat yang dilaksanakan dengan model berasrama, diperlukan manajemen pendidikan karakter yang terstruktur. Ia menyebut banyak temuan penelitian membuktikan karakter dan kecerdasan anak dapat dibentuk melalui pendidikan berasrama, apalagi jika dilaksanakan berbasis nilai-nilai religius dan budaya lokal yang berkembang di masyarakat.
“Kita yakin adanya program ini dapat meningkatkan kualitas manusia yang berkarakter. Ini bukan hanya sebagai strategi pemenuhan hak pendidikan, tetapi pemenuhan hak rakyat terhadap pendidikan berkualitas,” tutup dosen berprestasi ULM peringkat 32 dunia peneliti bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berdasarkan AD Scientific Index tahun 2025.






