Barito Kuala, wartaberitaindonesia.com – Banjir masih merendam Desa Antasan Segera, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola), hingga Selasa (13/1/2026). Kondisi ini telah berlangsung sejak 27 Desember 2025.
Berdasarkan laporan sementara Pemerintah Desa Antasan Segera yang dihimpun dari Ketua RT 01 hingga RT 06, Linmas, serta masyarakat setempat, sebanyak 210 rumah terdampak. Jumlah tersebut mencakup 250 Kepala Keluarga (KK) dengan total 751 jiwa. Dari jumlah tersebut, tercatat 60 balita dan 5 ibu hamil turut menjadi korban banjir.
Ketinggian air di dalam rumah warga bervariasi, rata-rata mencapai 24 cm, dengan titik terendah sekitar 10 cm dan tertinggi hingga 73 cm.
Selain permukiman, banjir juga melumpuhkan akses transportasi darat. Hampir seluruh ruas jalan desa terendam, dengan total panjang genangan mencapai sekitar 12.000 meter. Ruas jalan yang tidak terendam air dilaporkan kurang dari 80 meter.
Sekretaris Desa Antasan Segera, Muhammad Alfani, mengatakan ketinggian air di jalan desa rata-rata mencapai 50 cm, bahkan di beberapa titik krusial mencapai 98 cm.
“Akibat kondisi tersebut, akses keluar masuk desa menggunakan sepeda motor menjadi sangat sulit dan aktivitas masyarakat terganggu secara signifikan,” ujar Alfani, Selasa (13/1/2026).
Kondisi terparah dialami 20 KK atau 58 jiwa yang berada di kawasan transmigrasi. Mereka saat ini dalam kondisi sangat terisolasi lantaran akses menuju lokasi tersebut hanya dapat ditempuh menggunakan perahu.
“Untuk memudahkan aktivitas warga, sangat diperlukan bantuan berupa perahu, mengingat akses darat masih belum bisa digunakan,” tambah Alfani.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi perekonomian warga masih lumpuh total. Aktivitas masyarakat belum berjalan normal karena akses jalan dan rumah warga masih terendam banjir. Warga terdampak sangat memerlukan bantuan sembako serta kebutuhan balita, mengingat debit air belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.






