50 Titik PJU Mati, Keselamatan Pengendara Terancam

Teks foto : 1. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Fraksi NasDem, Ahmad Sarwani. 2. Kondisi PJU tenaga surya yang padam. (Ist)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Kondisi penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya di ruas Jalan Bypass Sungai Ulin–Mataraman, Kalimantan Selatan, menuai sorotan. Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 50 titik lampu jalan dilaporkan tidak berfungsi, sehingga menyebabkan sejumlah ruas menjadi gelap saat malam hari.

 

Jalur ini merupakan akses alternatif strategis yang menghubungkan Banjarbaru dengan Kabupaten Banjar. Masyarakat kerap memanfaatkannya untuk menghindari kepadatan di Jalan Ahmad Yani, terutama pada jam sibuk maupun saat berlangsungnya kegiatan keagamaan berskala besar.

 

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Fraksi NasDem, Ahmad Sarwani, menilai kondisi tersebut perlu segera ditangani. Ia menyebut padamnya PJU tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

 

“Penerangan jalan adalah faktor penting dalam keselamatan. Jika dibiarkan, risiko kecelakaan bisa meningkat,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

 

Ia mendorong instansi terkait untuk segera melakukan pengecekan menyeluruh dan perbaikan pada titik-titik lampu yang tidak berfungsi. Menurutnya, keberadaan PJU sangat vital untuk mendukung konektivitas wilayah serta aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Senada salah seorang warga setempat mengeluhkan PJU ini sudah tidak berfungsi sekitar 6 bulan terakhir akhirnya kondisi jalan gelap gulita, padahal proyek pemasangan penerangan jalan ini belum genap satu tahun

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *