DPRD Tanbu Usulkan Penempatan Unit Damkar di Daerah Terpencil

Teks foto: DPRD Tanbu dan Satpol PP-Damkar saat RDP evaluasi kesiapan armada pemadam di daerah terpencil, Jumat (3/10). (Ist)

Tanah Bumbu, wartaberitaindonesia.com – Kasus kebakaran di SDN Wonorejo, Kecamatan Kusan Hulu, menjadi sorotan DPRD Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). Menyadari lambatnya penanganan akibat jarak posko yang jauh, DPRD bersama Satpol PP dan Damkar akhirnya sepakat menempatkan sementara unit Damkar di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

‎Kesepakatan itu muncul dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan komisi DPRD dengan Satpol PP-Damkar, Jumat (3/10/2025). Rapat berlangsung cukup hangat membahas evaluasi kesiapan armada pemadam di daerah terpencil.

‎Kabid Damkar Tanbu, Siti Aisyah, menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penanganan insiden di SDN Wonorejo. Ia menjelaskan, Kusan Hulu hingga kini belum memiliki posko Damkar tetap. Pihaknya masih menunggu proses hibah tanah dari desa untuk pembangunan posko baru.

‎“Tahun 2025, dua posko baru akan dibangun di Teluk Kepayang dan Kuranji melalui perubahan anggaran. Sedangkan Kusan Hulu masih menunggu hibah tanah,” ujarnya.

‎Ketua Komisi I DPRD Tanbu, Makhruri, menilai langkah cepat perlu diambil agar kejadian serupa tidak terulang. Ia mengusulkan penempatan sementara unit Damkar di Kusan Hulu, sekaligus mengajak masyarakat ikut berperan melalui pelatihan dasar relawan kebakaran.

‎Saat ini, Tanbu memiliki delapan posko Damkar dengan total 166 personel. Namun, masih ada lima kecamatan yang belum memiliki fasilitas memadai. DPRD menilai pemerataan armada dan tenaga pemadam menjadi kunci utama agar respon terhadap kebakaran bisa lebih cepat dan merata di seluruh wilayah.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *