Banjarbaru, wartaberitaindonesia.com – Pemerintah pusat menetapkan Banjarbaru sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT), bagian dari program nasional yang digagas langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyiapkan lahan seluas sekitar 9,8 hektare di kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru. Sekolah Rakyat ini dirancang dengan standar baru yang lebih besar dan modern, mampu menampung ribuan siswa serta dilengkapi fasilitas lengkap, termasuk sistem asrama atau boarding school.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Fraksi PAN, Habib Umar Assegaf, menyatakan bahwa kehadiran SRT di Banjarbaru memiliki nilai strategis bagi pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Menurutnya, arahan Presiden Prabowo menunjukkan keseriusan negara dalam menjadikan pendidikan sebagai instrumen utama pengentasan kemiskinan.
“Sekolah Rakyat adalah wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat kecil. Banjarbaru sangat tepat karena statusnya sebagai ibu kota provinsi dan memiliki kesiapan lahan serta infrastruktur,” ujar Habib Umar, Senin (12/1/2026).
Ia menambahkan, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung program ini, mulai dari penyediaan lahan, perizinan, hingga kesiapan tenaga pendidik. Pembangunan fisik sekolah akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sesuai arahan Presiden.
Dengan ditetapkannya Banjarbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Kalsel melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2022, pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi penggerak pemerataan pendidikan dan pembangunan wilayah secara berkelanjutan.






