Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada Kuartal I 2026 tercatat sebesar 6,14 persen (year-on-year), meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,00 persen. Capaian ini menjadikan Kalbar sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di regional Kalimantan, didorong oleh sektor pertambangan, pertanian, industri pengolahan, serta konsumsi domestik.
Menurut Praktisi Ekonomi, H. Rustarmaji, S.E., M.A.P., lonjakan tersebut tidak terlepas dari sinergi kebijakan lintas daerah dan optimalisasi potensi ekonomi wilayah.
“Kunci utamanya adalah political will yang kuat, kolaborasi antar pemerintah daerah, serta pemahaman terhadap karakteristik ekonomi lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Kalimantan Selatan mencatat pertumbuhan sebesar 5,67 persen, berada di atas rata-rata nasional 5,61 persen. Meski tidak setinggi Kalbar, capaian Kalsel menunjukkan stabilitas ekonomi yang cukup terjaga di tengah tantangan fiskal.
Secara korelatif, struktur ekonomi Kalsel yang juga ditopang sektor pertambangan dan konsumsi domestik menunjukkan pola serupa dengan Kalbar. Namun, tekanan efisiensi anggaran dan keterbatasan ruang fiskal membuat laju pertumbuhan Kalsel lebih moderat.
Rustarmaji menekankan bahwa Kalsel memiliki peluang besar untuk meningkatkan kinerja ekonomi melalui diversifikasi sektor unggulan dan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan sinergi antar kabupaten/kota dan dukungan pemerintah provinsi, Kalsel dinilai mampu mengejar ketertinggalan dan meningkatkan daya saing di tingkat regional.






