wartaberitaindonesia.com – Maraknya konvoi remaja yang membawa senjata tajam dan diduga hendak tawuran memicu kekhawatiran serius di Banjarmasin. Menanggapi hal itu, DPRD Kota Banjarmasin meminta semua pihak tidak menganggap remeh fenomena tersebut.
Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Aliansyah, menilai kemunculan geng remaja bersenjata tajam tidak mencerminkan wajah Banjarmasin yang selama ini dikenal religius dan menjunjung ketertiban.
“Kita prihatin. Adanya geng anak-anak yang membawa senjata tajam di Banjarmasin bukan ciri khas masyarakat kita,” ujar Aliansyah, Rabu (7/5/2026).
Politisi PKS itu menyebut kondisi saat ini belum masuk kategori darurat. Namun, potensi bahayanya besar jika tidak segera ditangani.
“Belum darurat, tapi sudah harus jadi perhatian serius. Kemungkinan mereka ingin mencari jati diri dan perhatian,” katanya.
Aliansyah menyebut kelompok remaja tersebut diduga cukup terorganisir. Mereka memiliki nama geng dan berkomunikasi aktif melalui WhatsApp serta media sosial untuk merencanakan konvoi maupun tawuran.
“Ada gabungan beberapa geng, punya nama kelompok, dan koordinasi lewat media sosial,” jelasnya.
Menurutnya, aksi membawa senjata tajam dan mencari lawan tawuran tidak dapat ditoleransi. Karena itu, pengawasan harus diperkuat dari semua lini: pemerintah, aparat keamanan, sekolah, hingga keluarga.
Ia menegaskan, peran orang tua adalah benteng utama agar anak tidak terjerumus pergaulan negatif. Orang tua diminta lebih aktif memantau aktivitas anak, termasuk penggunaan telepon genggam dan lingkungan pergaulan.
“Orang tua harus tahu anak pulang jam berapa dan memastikan anak benar-benar di rumah. HP anak juga perlu diperiksa secara berkala,” tegasnya.






