Muara Teweh, wartaberitaindonesia.com
– Kehadiran Wakil Ketua dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara (Barut) dalam acara
Ramah Tamah dan Silaturahim Kafilah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Muara Teweh dimanfaatkan secara optimal.
Selain menghadiri Malam Ramah Tamah dan Silaturahim Kafilah, momentum ini sekaligus menjadi agenda kunjungan kerja (kunker) strategis yang bersifat informal, berfokus pada konsolidasi dan lobi kebijakan lintas daerah.
Wakil Ketua DPRD Barut, H. Parmana Setiawan, menjelaskan bahwa forum informal seperti ini sangat efektif dan efisien untuk bertukar informasi. Ia berdialog dengan sesama pimpinan dewan serta pejabat eksekutif dari berbagai kabupaten/kota se-Kalteng mengenai praktik-praktik terbaik dalam pembangunan daerah.
“Informasi yang diperoleh dari interaksi selama MTQH akan memperkaya wawasan anggota dewan. Wawasan ini penting dalam perumusan Peraturan Daerah (Perda) yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Barito Utara,” ujar Parmana di sela-sela acara ramah tamah.
Selain konsolidasi horizontal antar daerah, anggota DPRD Barut juga mengambil kesempatan ini untuk menjalin komunikasi konstruktif dengan pejabat Pemerintah Provinsi Kalteng. Upaya lobi yang bersifat diplomatis ini dilakukan untuk membahas dan memperjuangkan isu-isu krusial yang berkaitan langsung dengan percepatan pembangunan di Barito Utara.
Secara keseluruhan, partisipasi DPRD Barut di Malam Ramah Tamah MTQH menegaskan peran legislatif dalam mencari solusi pembangunan daerah melalui pendekatan sinergi, komunikasi, dan kolaborasi lintas wilayah.
Agenda ini membuktikan bahwa diplomasi informal dapat menjadi sarana efektif untuk kemajuan daerah.






